BADUNG, Lensabali.id - Pemerintah Kabupaten Badung mulai menerapkan uji coba rekayasa lalu lintas di kawasan Uluwatu, Kuta Selatan, Selasa (02/06/2026). Kebijakan tersebut dilakukan sebagai upaya mengurangi kemacetan yang selama ini kerap terjadi, terutama pada jam-jam sibuk.
Melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Badung, rekayasa lalu lintas diberlakukan selama satu bulan di sejumlah titik yang dinilai rawan kepadatan kendaraan, khususnya di sekitar Jalan Toya Ning dan Jalan Belimbing Sari.
Pembatasan arus kendaraan diterapkan setiap hari mulai pukul 14.00 Wita hingga 22.00 Wita. Selama periode tersebut, sejumlah pengendara harus menggunakan jalur alternatif karena adanya pembatasan akses dan larangan berbelok di beberapa persimpangan.
Salah satu pengaturan yang diterapkan yakni kendaraan dari arah Jalan Uluwatu tidak diperbolehkan langsung menuju atau berbelok ke Jalan Toya Ning II. Selain itu, kendaraan dari Jalan Toya Ning III juga dilarang berbelok ke kanan menuju Jalan Raya Uluwatu.
Sementara itu, di simpang Jalan Baler Setra–Jalan Belimbing Sari, kendaraan roda empat atau lebih tidak diperkenankan bergerak ke arah barat menuju Jalan Uluwatu. Pembatasan tersebut tidak berlaku bagi pengendara sepeda motor.
Di luar jam penerapan rekayasa, yakni sebelum pukul 14.00 Wita dan setelah pukul 22.00 Wita, pola lalu lintas kembali diberlakukan normal seperti biasa.
Kepala Dinas Perhubungan Badung, AA Gde Ngurah Rahmadi, menjelaskan bahwa berbagai sarana pendukung telah dipasang guna menunjang pelaksanaan rekayasa lalu lintas tersebut.
"Evaluasi akan kami laksanakan paling cepat 14 hari setelah penerapan. Evaluasi dilakukan jika diperlukan penyesuaian terhadap pola rekayasa lalu lintas yang diterapkan," jelas Agung Rahmadi.
Selain pemasangan rambu larangan dan petunjuk jalur alternatif, petugas juga disiagakan di lapangan untuk membantu mengatur arus kendaraan sekaligus memberikan informasi kepada masyarakat.
Dishub Badung berharap pengguna jalan dapat mematuhi aturan yang berlaku agar tujuan utama rekayasa lalu lintas, yakni menciptakan perjalanan yang lebih aman, tertib, dan lancar, dapat tercapai.
"Partisipasi dan kepatuhan ini tentu adalah kuncinya rekayasa lalin ini berhasil. Praktis lalu lintas yang aman, tertib, dan tentunya lancar sesuai keinginan kita semua di Badung," tegasnya. (ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar