KLUNGKUNG, Lensabali.id – Sebuah danau buatan di kawasan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) Klungkung belakangan menjadi perbincangan hangat di media sosial. Lokasi yang kini dikenal dengan sebutan "Danau Viral" tersebut ternyata memiliki sejarah sebagai area tambang galian C sebelum berubah menjadi destinasi yang ramai dikunjungi masyarakat.
Keindahan panorama dan suasana yang tenang menjadi daya tarik utama tempat ini. Terlebih saat sore hari, pengunjung dapat menikmati udara yang sejuk dengan latar pemandangan Gunung Agung yang berdiri megah di kejauhan.
Salah seorang pengunjung asal Klungkung, Wayan Agus Yoga Pratama (22), mengaku sengaja datang untuk menikmati suasana santai bersama teman-temannya.
"Tempatnya luas dan suasananya sejuk kalau sore hari. Pas sekali untuk melepas penat atau sekadar mengobrol bareng teman-teman di akhir pekan," ujarnya, Sabtu (13/06/2026).
Pantauan di lokasi menunjukkan ratusan pengunjung memadati tepian danau sepanjang sore. Sebagian datang bersama keluarga, pasangan, maupun sahabat untuk menikmati suasana alam yang berbeda dari hiruk-pikuk perkotaan.
Meski nama "Danau Viral" kini semakin populer, Yoga menilai hal terpenting adalah menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di sekitar kawasan tersebut agar tetap nyaman dikunjungi.
Kehadiran pengunjung juga membawa dampak positif bagi pelaku usaha kecil. Wayan Tangkas (37), seorang pedagang yang telah berjualan sekitar satu setengah bulan di lokasi itu, mengaku jumlah pengunjung terus meningkat, terutama saat akhir pekan.
"Setiap hari ada saja yang datang. Tapi yang ramai itu akhir pekan, terutama sore hari," kata Tangkas.
Menurutnya, kawasan tersebut dulunya merupakan lahan persawahan yang kemudian berubah menjadi area galian C. Setelah aktivitas penambangan berakhir, cekungan yang terbentuk perlahan terisi air hingga menjadi danau seperti saat ini.
Tangkas berharap perkembangan kawasan tersebut tetap dibarengi dengan kesadaran menjaga kebersihan. Ia bahkan rutin mengumpulkan dan membawa pulang sampah di sekitar area dagangnya demi menjaga keasrian lingkungan. (ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar