𝗣𝗲𝘀𝗼𝗻𝗮 𝗗𝗮𝗻𝗮𝘂 𝗩𝗶𝗿𝗮𝗹 𝗣𝗞𝗕 𝗞𝗹𝘂𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴, 𝗕𝗲𝗸𝗮𝘀 𝗔𝗿𝗲𝗮 𝗧𝗮𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗞𝗶𝗻𝗶 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗧𝗲𝗺𝗽𝗮𝘁 𝗕𝗲𝗿𝘀𝗮𝗻𝘁𝗮𝗶 - LENSA BALI

Hot


Minggu, 14 Juni 2026

𝗣𝗲𝘀𝗼𝗻𝗮 𝗗𝗮𝗻𝗮𝘂 𝗩𝗶𝗿𝗮𝗹 𝗣𝗞𝗕 𝗞𝗹𝘂𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴, 𝗕𝗲𝗸𝗮𝘀 𝗔𝗿𝗲𝗮 𝗧𝗮𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗞𝗶𝗻𝗶 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗧𝗲𝗺𝗽𝗮𝘁 𝗕𝗲𝗿𝘀𝗮𝗻𝘁𝗮𝗶

Pesona Danau Viral PKB Klungkung, Bekas Area Tambang yang Kini Jadi Tempat Bersantai

KLUNGKUNG, Lensabali.id – Sebuah danau buatan di kawasan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) Klungkung belakangan menjadi perbincangan hangat di media sosial. Lokasi yang kini dikenal dengan sebutan "Danau Viral" tersebut ternyata memiliki sejarah sebagai area tambang galian C sebelum berubah menjadi destinasi yang ramai dikunjungi masyarakat.

Keindahan panorama dan suasana yang tenang menjadi daya tarik utama tempat ini. Terlebih saat sore hari, pengunjung dapat menikmati udara yang sejuk dengan latar pemandangan Gunung Agung yang berdiri megah di kejauhan.

Salah seorang pengunjung asal Klungkung, Wayan Agus Yoga Pratama (22), mengaku sengaja datang untuk menikmati suasana santai bersama teman-temannya.

"Tempatnya luas dan suasananya sejuk kalau sore hari. Pas sekali untuk melepas penat atau sekadar mengobrol bareng teman-teman di akhir pekan," ujarnya, Sabtu (13/06/2026).

Pantauan di lokasi menunjukkan ratusan pengunjung memadati tepian danau sepanjang sore. Sebagian datang bersama keluarga, pasangan, maupun sahabat untuk menikmati suasana alam yang berbeda dari hiruk-pikuk perkotaan.

Meski nama "Danau Viral" kini semakin populer, Yoga menilai hal terpenting adalah menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di sekitar kawasan tersebut agar tetap nyaman dikunjungi.

Kehadiran pengunjung juga membawa dampak positif bagi pelaku usaha kecil. Wayan Tangkas (37), seorang pedagang yang telah berjualan sekitar satu setengah bulan di lokasi itu, mengaku jumlah pengunjung terus meningkat, terutama saat akhir pekan.

"Setiap hari ada saja yang datang. Tapi yang ramai itu akhir pekan, terutama sore hari," kata Tangkas.

Menurutnya, kawasan tersebut dulunya merupakan lahan persawahan yang kemudian berubah menjadi area galian C. Setelah aktivitas penambangan berakhir, cekungan yang terbentuk perlahan terisi air hingga menjadi danau seperti saat ini.

Tangkas berharap perkembangan kawasan tersebut tetap dibarengi dengan kesadaran menjaga kebersihan. Ia bahkan rutin mengumpulkan dan membawa pulang sampah di sekitar area dagangnya demi menjaga keasrian lingkungan. (ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar