TABANAN, Lensabali.id – Festival Jatiluwih 2026 akan menghadirkan pengalaman berbeda bagi wisatawan dengan mengajak pengunjung terlibat langsung dalam panen padi massal di hamparan sawah kawasan Subak Jatiluwih. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 20/06/2026 hingga 22/06/2026 dan menjadi salah satu agenda utama festival tahun ini.
Manajer DTW Jatiluwih, I Ketut "John" Purna, menjelaskan konsep tersebut dipilih karena pelaksanaan festival bertepatan dengan masa panen raya para petani setempat. Melalui kegiatan ini, wisatawan tidak hanya menikmati keindahan alam Jatiluwih, tetapi juga dapat merasakan secara langsung aktivitas pertanian yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
"Karena kebetulan bertepatan dengan musim panen, jadi pengunjung akan diajak ikut merasakan proses memanen padi milik petani," ujar Purna saat diwawancarai, Selasa (02/06/2026).
Selain panen padi, festival juga akan diramaikan berbagai pertunjukan seni budaya, hiburan musik, serta kegiatan olahraga yang melibatkan masyarakat dan wisatawan.
Salah satu agenda yang dipersiapkan adalah Bali Tourism Run yang digagas Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) bersama DTW Jatiluwih. Kegiatan tersebut menargetkan sekitar 2.000 peserta dengan lintasan sejauh lima kilometer.
"Rute nya nanti melintasi sepanjang jogging track di areal DTW," jelas John.
Festival Jatiluwih 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan 100 tahun pariwisata Bali. Untuk mendukung kelancaran kegiatan, pengelola menyiapkan ratusan personel keamanan yang terdiri dari pecalang dan warga setempat.
Petugas akan bertugas mengawasi pergerakan pengunjung agar tidak memasuki area pematang sawah maupun memetik padi selama kegiatan berlangsung.
Mengantisipasi lonjakan wisatawan, pengelola turut menyediakan dua kantong parkir utama di sisi barat dan timur kawasan wisata guna menjaga kelancaran arus kendaraan.
"Untuk sisi barat dipusatkan di Pura Petali, sementara di sisi timur disiapkan di sepanjang jalur dari Desa Gunung Sari hingga jembatan batas sungai Yeh Baat atau pos pelayanan administrasi," pungkasnya. (ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar