DENPASAR, Lensabali.id - Menjelang Hari Raya Galungan, permintaan daging babi di sejumlah peternakan di Kabupaten Badung mengalami peningkatan signifikan. Kenaikan kebutuhan masyarakat bahkan mencapai sekitar 45 persen dibandingkan hari-hari biasa. Meski demikian, para peternak memastikan pasokan masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Peternak babi asal Desa Ayunan, Kecamatan Abiansemal, I Wayan Subandra, mengatakan peningkatan permintaan sudah terasa sejak beberapa waktu terakhir dan terus bergerak naik mendekati perayaan Galungan.
"Kalau permintaan ya lumayanlah sekitar sampai sekarang itu 45 persen permintaannya," ujar Subandra saat ditemui pada 12/06/2026.
Meningkatnya kebutuhan pasar turut berdampak pada harga babi hidup di tingkat peternak. Saat ini, harga babi berkualitas baik telah mencapai Rp 40 ribu per kilogram, terutama untuk babi dengan bobot di atas 100 kilogram.
"Kalau masalah harga memang harganya sekarang lumayanlah Pak, antara babi yang hidup Rp 38 ribu, 39, sampai Rp 40 ribu, tergantung kelasnya. Kualitas bagus sekarang Rp 40 ribu yang beratnya di atas 100 kilogram," jelasnya.
Menurut Subandra, harga tersebut mengalami kenaikan cukup tinggi dibandingkan beberapa bulan sebelumnya yang masih berada di kisaran Rp 35 ribu hingga Rp 37 ribu per kilogram.
Peternakan miliknya di Banjar Geria, Desa Ayunan, selama ini memasok kebutuhan pelanggan di berbagai wilayah seperti Pecatu, Kedonganan, Kerobokan, Tabanan hingga Buleleng.
Di tengah meningkatnya permintaan, peternak masih dibayangi ancaman virus African Swine Fever (ASF) yang sebelumnya sempat memukul populasi babi di Bali. Banyak peternak memilih berhenti berusaha karena khawatir mengalami kerugian besar.
Meski demikian, para peternak yang masih bertahan berupaya menjaga produktivitas agar kebutuhan masyarakat menjelang Galungan tetap terpenuhi dengan baik. (ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar