KLUNGKUNG, Lensabali.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung memperketat screening dan surveilans hantavirus di wilayah Nusa Penida menyusul meningkatnya kasus penyakit tersebut di Indonesia. Kawasan wisata itu menjadi perhatian khusus karena tingginya mobilitas wisatawan domestik maupun mancanegara.
Kepala Dinas Kesehatan Klungkung, I Gusti Ayu Ratna Dwijawati, mengatakan seluruh fasilitas kesehatan diminta lebih aktif melakukan pengawasan terhadap pasien dengan gejala mencurigakan.
“Sejauh ini aman. Saya juga sudah meminta surveilans kita untuk lebih aktif. Faskes juga untuk screening surveilans-nya kita perketat,” ujar Ratna, Senin (11/05/2026).
Selain pengawasan di fasilitas kesehatan, Dinkes Klungkung juga mulai menggencarkan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya dan pola penularan hantavirus.
“Booklet-booklet tentang hantavirus juga sudah kita sebarkan,” imbuhnya.
Ratna memastikan hingga kini belum ada laporan kasus hantavirus di Kabupaten Klungkung. Namun, petugas medis di puskesmas hingga rumah sakit diminta lebih peka terhadap pasien yang mengalami gejala menyerupai flu.
“Petugas medis di faskes sudah kami instruksikan untuk lebih peka. Kami pastikan kesiapan faskes dalam melakukan screening jika ditemukan pasien dengan gejala hantavirus ini,” jelasnya.
Kewaspadaan tersebut meningkat setelah Kementerian Kesehatan RI mencatat 23 kasus konfirmasi hantavirus sepanjang 2024 hingga 2026. Dari jumlah itu, tiga pasien dilaporkan meninggal dunia.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Tabanan juga memastikan belum ditemukan kasus hantavirus di wilayahnya. Meski demikian, edukasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terus digencarkan kepada masyarakat.
Direktur Utama RSUD Tabanan, I Gede Sudiartha, menjelaskan pasien suspek hantavirus nantinya akan ditangani secara terpisah guna mencegah potensi penularan.
“Perawatannya tetap dipisahkan dan tidak digabung dengan pasien lain,” ujar Sudiartha.
Pihak Dinkes Tabanan turut mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan mengendalikan populasi tikus untuk meminimalkan risiko penyebaran virus. (ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar