𝗨𝗯𝘂𝗱 𝗙𝗼𝗼𝗱 𝗙𝗲𝘀𝘁𝗶𝘃𝗮𝗹 𝟮𝟬𝟮𝟲 𝗔𝗻𝗴𝗸𝗮𝘁 𝗣𝗲𝗿𝗮𝗻 𝗣𝗲𝘁𝗮𝗻𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗡𝗲𝗹𝗮𝘆𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗠𝗮𝘀𝗮 𝗗𝗲𝗽𝗮𝗻 𝗞𝘂𝗹𝗶𝗻𝗲𝗿 - LENSA BALI

Hot


Minggu, 24 Mei 2026

𝗨𝗯𝘂𝗱 𝗙𝗼𝗼𝗱 𝗙𝗲𝘀𝘁𝗶𝘃𝗮𝗹 𝟮𝟬𝟮𝟲 𝗔𝗻𝗴𝗸𝗮𝘁 𝗣𝗲𝗿𝗮𝗻 𝗣𝗲𝘁𝗮𝗻𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗡𝗲𝗹𝗮𝘆𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗠𝗮𝘀𝗮 𝗗𝗲𝗽𝗮𝗻 𝗞𝘂𝗹𝗶𝗻𝗲𝗿

Ubud Food Festival 2026 Angkat Peran Petani dan Nelayan dalam Masa Depan Kuliner

GIANYAR, Lensabali.id – Ubud Food Festival kembali hadir di Taman Kuliner Ubud, Gianyar, Bali, pada 28-31 Mei 2026. Festival kuliner yang dikenal sebagai salah satu ajang gastronomi berpengaruh di Asia Tenggara itu kembali menjadi ruang pertemuan budaya, cita rasa, hingga isu keberlanjutan pangan.

Founder dan Director Ubud Food Festival, Janet DeNeefe, mengungkapkan tema yang diangkat tahun ini adalah Farmers: Guardians of Land and Sea. Tema tersebut menempatkan petani, nelayan, dan produsen pangan sebagai bagian penting dalam menjaga masa depan kuliner Indonesia.

“Melalui tema tahun ini, kami menempatkan para petani sebagai tokoh utama,” ujar Janet DeNeefe dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (23/05/2026).

Menurut Janet, peran petani tidak sekadar menjadi pemasok bahan pangan, melainkan juga penjaga keberlanjutan alam dan warisan budaya kuliner.

“Mereka (petani) bukan sekadar pemasok. Mereka adalah penjaga keanekaragaman hayati, pembawa pengetahuan, dan perawat budaya. Setiap hidangan berawal dari kerja dan kepedulian mereka terhadap darat dan laut,” imbuhnya.

Selama festival berlangsung, pengunjung dapat menikmati beragam program mulai dari demo memasak, Food Market gratis dengan puluhan tenant pilihan, hingga pengalaman bersantap di sejumlah lokasi khas Ubud. Festival juga menghadirkan diskusi kuliner, masterclass interaktif, serta tur gastronomi dengan sajian Nusantara dan internasional.

Ubud Food Festival 2026 turut menghadirkan sederet talenta kuliner dari berbagai negara. Salah satunya adalah chef asal Thailand, Prin Polsuk, yang dikenal melalui riset resep tradisional Thailand serta restorannya yang meraih penghargaan Samrub Samrub Thai.

Selain itu, hadir pula chef asal Australia, Ben Devlin, yang dikenal lewat pendekatan kuliner berbasis hasil laut pesisir dan teknik memasak menggunakan api kayu.

Festival ini juga menghadirkan Kate Reid, pendiri Lune Croissanterie di Melbourne, serta Frank Camorra yang dikenal membawa pengaruh tapas modern Spanyol di Australia.

Dari Indonesia, chef Jovan Koraag turut meramaikan festival dengan sajian khas Manado yang kaya rempah dan cita rasa pedas. Sementara petani kakao Bali, Agung Widyastuti, akan berbagi perspektif mengenai ketahanan pangan dan keberlanjutan lintas generasi.

“Kami menghadirkan para chef, petani, produsen, dan pemikir untuk menciptakan lebih dari sekadar festival. Ini adalah perayaan seluruh ekosistem pangan,” kata Janet.

“Dengan tema Farmers: Guardians of the Land and Sea, kami juga mengingat tanggung jawab bersama untuk menjaga bahan pangan, tradisi, dan masa depan kuliner di Indonesia maupun di dunia,” pungkasnya. (ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar