KLUNGKUNG, Lensabali.id – Keberadaan pengamen jalanan di simpang empat Bypass Ida Bagus (IB) Mantra, Kusamba, Klungkung, masih menjadi keluhan masyarakat. Meski berulang kali ditertibkan Satpol PP, para pengamen disebut tetap kembali dan melakukan aksi kucing-kucingan dengan petugas.
Aktivitas tersebut bahkan sudah menjadi pemandangan sehari-hari bagi warga sekitar, terutama pedagang kaki lima dan buruh angkut pasir yang beraktivitas di kawasan simpang patung Ida Dewa Agung Istri Kanya.
Wayan Muliani (50), pedagang asal Kecamatan Dawan, menuturkan para pengamen kerap bersembunyi saat mengetahui kedatangan petugas. Namun setelah situasi dinilai aman, mereka kembali muncul di persimpangan.
“Kemarin ada yang ditangkap Satpol PP. Karena dilepas lagi, nanti mereka datang lagi. Kadang mereka juga sembunyi kalau ada petugas yang datang,” ujar Muliani kepada detikBali, Kamis (14/05/2026).
Menurut Muliani, sebagian pengamen berasal dari luar Bali, bahkan ada yang datang dari Jawa. Mereka disebut sering beristirahat di pos polisi yang berada di sudut persimpangan.
“Kadang dua tiga hari setelah ditangkap mereka muncul lagi. Kemarin kalau ibu-ibu yang bawa anak kecil dari Karangasem sudah ditangkap dan kabarnya dipulangkan,” jelasnya.
Keluhan serupa disampaikan Nengah Sujana (54), buruh angkut pasir asal Desa Kusamba. Ia menilai keberadaan pengamen tidak hanya mengganggu pengguna jalan, tetapi juga masyarakat sekitar.
“Padahal tubuhnya masih kekar. Malah minta-minta. Kalau yang jualan di sana wajar. Mereka modal,” katanya.
Kasatpol PP dan Damkar Klungkung, Dewa Putu Suwarbawa, mengakui pihaknya masih menghadapi tantangan dalam menertibkan pengamen di kawasan tersebut. Ia menyebut pengawasan akan diperketat melalui patroli khusus dan penindakan berkala.
“Memang belakangan ini di perempatan Patung Istri Kanya sering digunakan para pengamen dan hal itu sangat mengganggu ketertiban umum, terutama pengguna lalu lintas,” tegas Suwarbawa. (ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar