𝗕𝗮𝗹𝗶–𝗧𝗶𝗼𝗻𝗴𝗸𝗼𝗸 𝗣𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝘁 𝗦𝗶𝗻𝗲𝗿𝗴𝗶 𝗦𝘁𝗿𝗮𝘁𝗲𝗴𝗶𝘀, 𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗱𝗮𝗻 𝗞𝗼𝗻𝗷𝗲𝗻 𝗭𝗵𝗮𝗻𝗴 𝗕𝗮𝗵𝗮𝘀 𝗣𝗦𝗘𝗟 𝗵𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮 𝗘𝗸𝘀𝗽𝗼𝗿 𝗕𝘂𝗮𝗵 𝗟𝗼𝗸𝗮𝗹 - LENSA BALI

Hot


Jumat, 15 Mei 2026

𝗕𝗮𝗹𝗶–𝗧𝗶𝗼𝗻𝗴𝗸𝗼𝗸 𝗣𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝘁 𝗦𝗶𝗻𝗲𝗿𝗴𝗶 𝗦𝘁𝗿𝗮𝘁𝗲𝗴𝗶𝘀, 𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗱𝗮𝗻 𝗞𝗼𝗻𝗷𝗲𝗻 𝗭𝗵𝗮𝗻𝗴 𝗕𝗮𝗵𝗮𝘀 𝗣𝗦𝗘𝗟 𝗵𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮 𝗘𝗸𝘀𝗽𝗼𝗿 𝗕𝘂𝗮𝗵 𝗟𝗼𝗸𝗮𝗹

Bali–Tiongkok Perkuat Sinergi Strategis, Gubernur Koster dan Konjen Zhang Bahas PSEL hingga Ekspor Buah Lokal

DENPASAR, Lensabali.id - Hubungan Bali dan Republik Rakyat Tiongkok terus menunjukkan penguatan di berbagai sektor strategis. Hal itu tercermin dalam pertemuan resmi antara Gubernur Bali Wayan Koster dengan Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Denpasar, H.E. Zhang Zhisheng, Kamis (14/5) petang di Kediaman Resmi Konsulat Jenderal Tiongkok di Denpasar.

Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu penting, mulai dari proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), penguatan keamanan warga negara asing, transformasi digital Bali, hingga peluang ekspor komoditas pertanian Bali ke pasar Tiongkok.

Dalam kesempatan itu, Konjen Zhang menyampaikan apresiasinya terhadap perkembangan pembangunan Bali dalam beberapa tahun terakhir. Ia mengaku melihat perubahan signifikan sejak pertama kali bertugas di Bali dua tahun lalu.

“Saya melihat perubahan yang sangat baik. Jalan dan berbagai fasilitas berkembang pesat. Saya juga sempat ke Buleleng. Tahun 2024 saya mengunjungi Ubud dan beberapa tempat lain, saat itu jalannya masih cukup rusak. Sekarang banyak perkembangan positif yang terlihat nyata,” ujar Zhang.

Menurutnya, banyak kemajuan Bali justru luput dari perhatian publik. Ia menilai stabilitas keamanan serta pembangunan infrastruktur Bali saat ini menunjukkan hasil yang positif.

“Kasus-kasus yang menimpa warga Tiongkok juga dapat diselesaikan dengan baik. Dari kami yang bergerak di bidang diplomasi, saya melihat banyak hasil nyata dari kepemimpinan Pak Gubernur selama ini,” katanya.

Bali–Tiongkok Perkuat Sinergi Strategis, Gubernur Koster dan Konjen Zhang Bahas PSEL hingga Ekspor Buah Lokal


Dukungan PSEL dan Transformasi Digital

Dalam pembahasan tersebut, Konjen Zhang juga menegaskan dukungan Tiongkok terhadap pengembangan proyek PSEL di Bali. Ia menyebut investor Zhejiang Weiming yang terlibat dalam proyek tersebut memiliki pengalaman dan rekam jejak yang baik.

“Saya pastikan investor Zhejiang Weiming yang menggarap proyek PSEL ini profesional dan memiliki pengalaman sukses di berbagai tempat. Kami juga memastikan seluruh proses mematuhi aturan hukum yang berlaku di Bali,” tegasnya.

Selain sektor energi dan lingkungan, Tiongkok juga menyatakan kesiapan mendukung pengembangan ekonomi kreatif, perikanan, pertanian, serta digitalisasi di Bali. Zhang bahkan menyoroti tingginya potensi buah Bali di pasar Tiongkok, khususnya manggis dan salak.

“Manggis Bali memiliki potensi ekspor yang sangat besar ke Tiongkok. Salak juga sangat diminati, bahkan masih kekurangan pasokan. Rasanya khas dan sangat disukai masyarakat Tiongkok,” ujarnya.

Ia juga menyinggung penguatan sistem pembayaran digital lintas negara melalui QRIS yang dinilai semakin mempermudah wisatawan dan aktivitas ekonomi antara Indonesia dan Tiongkok.

Koster Sebut Bali dan Tiongkok Punya Kedekatan Historis

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Wayan Koster menegaskan komitmennya mendukung penguatan hubungan Indonesia dan Tiongkok, termasuk dalam kerja sama pembangunan di Bali.

Menurut Koster, hubungan Bali dan Tiongkok memiliki kedekatan historis dan budaya yang telah terjalin sejak lama.

“Di sejumlah tempat suci di Bali ada pemujaan terhadap dewa-dewi Tiongkok. Secara kultural, masyarakat Bali yang beragama Hindu memiliki nilai-nilai yang cukup mirip dengan budaya Tiongkok,” ujar Koster.

Ia juga menegaskan bahwa wisatawan Tiongkok masih menjadi salah satu penopang utama pariwisata Bali dengan jumlah kunjungan terbesar ketiga setelah Australia dan India.

Terkait proyek PSEL, Koster memastikan dirinya mengawal langsung proses pembangunan bersama pemerintah kabupaten/kota terkait.

“Saya memimpin langsung prosesnya bersama Bupati Badung dan Wali Kota Denpasar untuk memastikan semuanya berjalan baik hingga peletakan batu pertama pada Juli mendatang,” katanya.

Menurut Koster, proses administrasi dan pematangan lahan terus berlangsung dan ditargetkan selesai pada akhir Juni 2026. Ia berharap proyek tersebut menjadi solusi konkret persoalan sampah sekaligus memperkuat citra Bali sebagai destinasi wisata dunia yang bersih dan modern.

Di akhir pertemuan, Koster mengaku mengagumi perkembangan Tiongkok sebagai negara maju di bidang teknologi dan industri.

“Secara pribadi saya sangat mengagumi sosok Deng Xiaoping,” ujar Koster. (hms/ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar