DENPASAR, Lensabali.id – Volume sampah yang menumpuk di Tukad Badung, tepatnya di titik jaring Buagan, Denpasar, mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir. Hingga Rabu (8/4/2026), Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Denpasar tercatat telah mengangkut sedikitnya lima truk sampah dari aliran sungai tersebut.
Lonjakan sampah tersebut diduga berkaitan dengan penutupan TPA Suwung, yang membuat sebagian warga memilih membuang sampah langsung ke sungai.
Petugas lapangan dari Dinas PUPR Denpasar, Saiin, menjelaskan bahwa sampah yang diangkut dari Tukad Badung sudah dipilah antara sampah organik dan nonorganik.
"Ini sampah dari kemarin sore. Tiap hari rutin diambil, nanti sore datang lagi. Kemarin sudah habis, datang lagi. Lima truk ini belum selesai, tenaganya sudah KO. Hari ini terbanyak sejak dimulai aturan terbaru," tutur Saiin saat ditemui di lokasi, Rabu.
Dari total sampah yang diangkut, dua truk berisi sampah organik sementara tiga truk lainnya berisi sampah nonorganik.
Proses pengangkutan sekaligus pemilahan sampah tersebut melibatkan 25 orang tenaga kerja yang bekerja secara bergiliran.
"25 dalam satu hari, shift-nya itu 6 jam sehari, kerja sampai Minggu, mulai jam 07.00 Wita. Ini pun cuma titik saja, ini jaring Buagan," jelas Saiin.
Salah satu sopir truk Dinas PUPR Denpasar, Saiful Ashar, mengungkapkan bahwa sebagian besar sampah yang ditemukan masih bercampur antara organik dan nonorganik.
Menurutnya, jenis sampah yang paling mendominasi adalah sampah plastik dan botol, yang termasuk kategori nonorganik. (ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar