𝗧𝗿𝗮𝗻𝘀𝗳𝗼𝗿𝗺𝗮𝘀𝗶 𝗣𝗼𝘀𝘆𝗮𝗻𝗱𝘂, 𝗜𝗯𝘂 𝗣𝘂𝘁𝗿𝗶 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗔𝗷𝗮𝗸 𝗞𝗮𝗱𝗲𝗿 𝗣𝗮𝗵𝗮𝗺𝗶 𝗘𝗻𝗮𝗺 𝗦𝗣𝗠 - LENSA BALI

Hot


Rabu, 08 April 2026

𝗧𝗿𝗮𝗻𝘀𝗳𝗼𝗿𝗺𝗮𝘀𝗶 𝗣𝗼𝘀𝘆𝗮𝗻𝗱𝘂, 𝗜𝗯𝘂 𝗣𝘂𝘁𝗿𝗶 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗔𝗷𝗮𝗸 𝗞𝗮𝗱𝗲𝗿 𝗣𝗮𝗵𝗮𝗺𝗶 𝗘𝗻𝗮𝗺 𝗦𝗣𝗠

Transformasi Posyandu, Ibu Putri Koster Ajak Kader Pahami Enam SPM

GIANYAR, Lensabali.id - Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali, Ibu Putri Suastini Koster, menegaskan bahwa kader Posyandu memegang peran penting dalam mendukung pembangunan di tingkat desa. Oleh karena itu, ia mengharapkan para kader memiliki pemahaman yang baik terhadap berbagai program yang dijalankan.

Hal tersebut disampaikan saat kegiatan Aksi Sosial TP Posyandu Provinsi Bali bertajuk “Membina dan Berbagi” yang digelar di Wantilan Pura Manik Corong, Desa Sumita, serta Wantilan Balai Kanginan, Desa Babakan, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, Selasa (7/4/2026).

Ia menjelaskan bahwa transformasi Posyandu yang mengacu pada Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 membawa perubahan signifikan terhadap peran lembaga ini.

Dengan cakupan tugas yang kini meliputi enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), Posyandu memiliki kontribusi besar terhadap keberhasilan pembangunan di tingkat desa.

“Kesuksesan pelaksanaan program Posyandu akan berpengaruh pada 85 persen keberhasilan pembangunan di desa/kelurahan. Hal ini juga akan berdampak pada keberhasilan pembangunan di tingkat kecamatan, kabupaten/kota, hingga provinsi,” ujarnya.

Menurutnya, Posyandu memiliki pendekatan bottom-up, di mana kader aktif turun langsung ke masyarakat untuk mengidentifikasi persoalan yang dihadapi warga.

Selanjutnya, berbagai permasalahan tersebut dicatat dan difasilitasi untuk ditindaklanjuti oleh pemerintah secara berjenjang.

“Kader Posyandu adalah harapan kita. Untuk itu, mereka harus terus belajar dan meningkatkan pemahaman sesuai dengan bidang tugas masing-masing,” imbuhnya.

Selain peningkatan kapasitas kader, Putri Koster juga menyoroti pentingnya peran masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis sumber.

Ia mengajak masyarakat untuk mulai memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah tangga sebelum diserahkan ke fasilitas pengolahan seperti TPS3R maupun TPST.

“Sampah-sampah yang kita hasilkan sebaiknya dikelola dari sumbernya, baik dengan memilah, memilih, dan mengumpulkan sesuai jenisnya sebelum diserahkan untuk dibawa dan diolah di TPS3R dan TPST. Dengan begitu, kita sama-sama bertanggung jawab atas apa yang kita hasilkan,” jelasnya.

Menurutnya, pengelolaan sampah yang tidak bertanggung jawab dapat menjadi ancaman bagi masa depan lingkungan serta generasi mendatang.

Transformasi Posyandu, Ibu Putri Koster Ajak Kader Pahami Enam SPM

Dalam kegiatan tersebut, sebagai bentuk dukungan bagi kader di tingkat desa, TP Posyandu Provinsi Bali juga menyalurkan bantuan berupa 3.780 kilogram beras, 7.560 butir telur, dan 250 kotak susu kepada 126 kader Posyandu dari Desa Sumita dan Desa Babakan.

Kegiatan “Membina dan Berbagi” juga diisi dengan paparan mengenai transformasi Posyandu oleh Kepala Dinas PMD Dukcapil Provinsi Bali, I Made Dwi Dewata.

Ia menjelaskan bahwa tugas Posyandu kini tidak hanya terbatas pada sektor kesehatan, tetapi juga mencakup pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat, serta ketenteraman dan ketertiban masyarakat.

Posyandu yang sebelumnya dikenal sebagai Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) kini telah bertransformasi menjadi Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP).

Model pelayanan ini menitikberatkan pada layanan kesehatan terpadu sepanjang siklus hidup, mulai dari ibu hamil, balita, remaja, dewasa, hingga lansia.

Sementara itu, Ketua TP Posyandu Kabupaten Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan kapasitas kader serta memperkuat kelembagaan Posyandu di tingkat desa dan kelurahan.

Ia menyebutkan bahwa Kabupaten Gianyar saat ini memiliki 4.300 kader Posyandu yang seluruhnya telah terdaftar dalam sistem.

“Kami juga memiliki aplikasi sistem informasi Posyandu yang memungkinkan akses informasi terintegrasi hingga tingkat kabupaten,” pungkasnya. (hms/ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar