BANGLI, Lensabali.id – Peristiwa duka terjadi di Desa Songan B, Kecamatan Kintamani, Bangli, setelah dua warga dilaporkan meninggal dunia yang diduga berkaitan dengan konsumsi minuman keras dalam sebuah resepsi pernikahan.
Meski kejadian tersebut telah berlangsung sekitar sepekan lalu, kasusnya kini masih dalam penanganan aparat kepolisian guna mengungkap penyebab pasti peristiwa tersebut.
Dua korban yang meninggal diketahui bernama I Ketut Budi (33), warga Banjar Bukit Tungtung, serta Jro Artawan (50) dari Banjar Kayuselem, Desa Songan B.
I Ketut Budi meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan medis di rumah sakit, sementara Jro Artawan dilaporkan meninggal di lokasi acara.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula ketika I Ketut Budi menghadiri resepsi pernikahan di rumah Jro Putu Pimpin di Banjar Kayuselem pada 29 Maret 2026.
Dalam acara tersebut, korban diketahui mengonsumsi berbagai jenis minuman keras yang disajikan, di antaranya tuak, arak, serta campuran minuman lainnya.
Sekitar pukul 17.00 WITA, korban pulang ke rumah dalam kondisi sempoyongan dan langsung beristirahat.
Keesokan harinya, kondisi korban masih terlihat lemas sehingga lebih banyak beristirahat di rumah.
Pada 31 Maret 2026 pagi, kondisinya dilaporkan semakin memburuk hingga sempat meminta pertolongan kepada keluarga.
Korban kemudian dilarikan ke RS Kasna Medika, Karangasem, untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun setelah menjalani perawatan sejak 31 Maret hingga 1 April dini hari, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 01.40 WITA.
Sementara itu, korban Jro Artawan dilaporkan meninggal di lokasi acara. Berdasarkan informasi awal, yang bersangkutan diketahui memiliki riwayat penyakit.
Meski demikian, pihak kepolisian tetap melakukan pendalaman terkait kemungkinan keterkaitan dengan konsumsi minuman keras di lokasi tersebut.
Petugas juga telah mengamankan sejumlah barang bukti dari tempat kejadian, seperti botol tuak, sisa arak berbagai rasa, alat pencampur minuman, serta bahan tambahan seperti citric acid dan vanila.
Kasat Reskrim Polres Bangli AKP Ngakan Ketut Erawan Paramita membenarkan adanya peristiwa tersebut dan menyatakan kasusnya masih dalam proses penyelidikan.
“Kasus ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut, termasuk pemeriksaan saksi-saksi dan uji laboratorium terhadap barang bukti minuman,” ujarnya.
Saat ini polisi juga mempertimbangkan pemeriksaan medis lanjutan, termasuk kemungkinan autopsi, untuk memastikan penyebab pasti kematian para korban. (ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar