GIANYAR, Lensabali.id – Kadek Raditya (18), remaja asal Banjar Kebalian, Sukawati, masih berada dalam kondisi syok setelah insiden laut di Pantai Purnama yang nyaris merenggut nyawanya.
Raditya sebelumnya sempat menjalani perawatan serta observasi di RSU Kasih Ibu Saba sejak Minggu (6/4) hingga sore hari sebelum akhirnya diperbolehkan pulang ke rumah.
Meski kondisi fisiknya mulai membaik, secara psikologis ia masih belum sepenuhnya pulih.
Raditya mengaku masih sering teringat kejadian saat dirinya terseret arus ombak di pantai tersebut.
Ayahnya, I Made Mudiana, mengatakan keluarga segera melakukan upaya niskala untuk memohon keselamatan sekaligus pemulihan bagi putranya.
Sejak sore hari, keluarga menggelar persembahyangan di Pantai Purnama dengan menghaturkan pejati, kemudian melanjutkan doa di Pura Er Jeruk.
“Kami nunas ica biar Agus yang menyelamatkan Kadek cepat bisa ditemukan. Dari sore sudah sembahyang di pantai, lalu lanjut ke Pura Er Jeruk,” ujarnya.
Momen yang paling berat bagi Raditya terjadi ketika ia mengetahui kabar bahwa Agus Suarsa Dharma, orang yang menolongnya, justru meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
Raditya bahkan sempat melihat jasad Agus yang terdampar di Pantai Saba pada malam hari.
“Masih syok, sempat menangis. Dia ingat betul kejadian itu. Kalau tidak ditolong, mungkin kondisinya lain,” kata sang ayah.
Raditya sendiri mengaku sama sekali tidak mengenal Agus sebelumnya.
Namun ketika dirinya tenggelam dan berjuang melawan arus, Agus datang mendekat untuk memberikan pertolongan.
“Saya sama sekali tidak kenal. Waktu saya tenggelam, dia langsung mendekat,” tuturnya lirih.
Ia menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi sangat cepat.
Awalnya ombak besar datang, kemudian gelombang berikutnya menyeret dirinya semakin jauh ke laut.
Meski masih diliputi trauma, Raditya menunjukkan empati mendalam terhadap sosok yang telah menyelamatkannya.
Ia bahkan ikut datang ke rumah sakit ketika jasad Agus dibawa sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada penolongnya.
Hal serupa juga disampaikan oleh kakaknya, I Wayan Edi Purnama, yang menyatakan bahwa keluarga telah datang ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa.
“Turut berduka, kami sudah ke rumah duka. Orang tuanya masih syok,” ujarnya.
Diketahui, orang tua Agus masih berada di Sulawesi dan belum sempat datang ke Bali karena masih terpukul oleh kabar duka tersebut.
Hingga kini, rencana kremasi Agus masih menunggu keputusan dari pihak keluarga.
Sosok Agus pun dikenang sebagai pahlawan kemanusiaan, yang dengan keberanian mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkan orang lain yang bahkan tidak dikenalnya. (ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar