KLUNGKUNG, Lensabali.id - Kinerja ekonomi Kabupaten Klungkung sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren pertumbuhan yang menggembirakan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sejumlah indikator makro ekonomi mencatat capaian positif, termasuk peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan penurunan angka kemiskinan.
Kepala BPS Kabupaten Klungkung Anak Agung Gede Dirga Kardita menyampaikan bahwa nilai PDRB atas dasar harga berlaku telah mencapai Rp12 triliun. Hal tersebut disampaikannya saat audiensi dengan Bupati Klungkung I Made Satria, Senin (20/4/2026).
Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, nilai PDRB Klungkung meningkat hampir Rp3 triliun atau tepatnya Rp2,8 triliun, melampaui capaian peningkatan dalam satu dekade sebelumnya.
Dari sisi pertumbuhan ekonomi, Klungkung mencatat angka 5,67 persen, hanya terpaut 0,15 poin dari rata-rata Provinsi Bali. Capaian ini menempatkan Klungkung pada posisi keempat secara regional.
Sementara itu, pertumbuhan PDRB per kapita mencapai 5,39 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata Bali sebesar 5,16 persen. Hal ini mengindikasikan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang lebih merata.
Struktur ekonomi Klungkung didorong oleh sejumlah sektor unggulan, di antaranya transportasi serta akomodasi makan dan minum yang tumbuh di atas 13 persen. Meski demikian, sektor pertanian tetap menjadi penopang utama dengan kontribusi lebih dari seperlima total perekonomian, termasuk sebagai penghasil rumput laut.
Di sisi lain, kondisi ketenagakerjaan juga menunjukkan perbaikan. Klungkung tercatat sebagai daerah dengan tingkat pengangguran terendah kedua di Bali.
Angka kemiskinan pun mengalami penurunan signifikan hingga berada di bawah 10 ribu jiwa atau sekitar 5 persen, menjadi capaian terbaik dalam lima tahun terakhir.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Klungkung I Made Satria menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil dari strategi pembangunan yang menyeimbangkan sektor pariwisata dan pertanian. “Memori pandemi mengajarkan kita untuk tidak hanya mengejar pariwisata dan melupakan pertanian. Astungkara, di tahun 2025 kedua sektor ini mampu tumbuh beriringan. Di era sekarang, kompetisi bukan lagi tentang yang besar menelan yang kecil, tapi bagaimana yang cepat dapat mengungguli yang lambat,” tegasnya.
Dengan tren positif ini, Pemerintah Kabupaten Klungkung optimistis mampu menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat. (*/ap)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar