KLUNGKUNG, Lensabali.id – Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri menegaskan pentingnya sosialisasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) secara lebih luas kepada masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Bali.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Temu Wicara bersama pelaku UMKM mengenai HKI dan manajemen usaha, yang berlangsung pada Rabu (1/4) di Wyndham Tamansari Jivva Resort Bali, Pantai Lepang, Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung.
Kehadiran Megawati sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) didampingi langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster serta Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta.
Dalam forum tersebut, para pelaku UMKM dari berbagai sektor seperti lukisan Kamasan Bali, tenun songket, kuliner, hingga kerajinan tangan mendapat kesempatan berdialog langsung dengan Megawati mengenai pentingnya perlindungan karya melalui HKI.
Megawati menjelaskan bahwa Bali dipilih sebagai lokasi kegiatan karena pulau ini memiliki reputasi internasional, baik sebagai destinasi wisata maupun sebagai pusat produk kerajinan budaya yang dikenal luas di dunia.
“Saya memilih Bali dalam kegiatan temu wicara bersama pelaku UMKM, karena Bali dikenal oleh banyak orang asing di dunia. Selain untuk berlibur, produk kerajinan Bali juga digunakan oleh masyarakat luar, seperti contohnya Dior yang menggunakan kain tenun Endek Bali dalam koleksi produknya,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa karya budaya seperti Tenun Endek Bali harus mendapatkan perlindungan melalui sistem hak paten dan HKI agar tidak disalahgunakan pihak lain.
Dalam diskusi tersebut, Megawati juga mengajak pemerintah daerah serta para pelaku usaha untuk memperkuat ekonomi melalui semangat gotong royong dan inovasi kreatif.
“Kita harus bergotong royong dari hulu sampai hilir, salah satunya dengan menggandeng pemilik hotel dan restoran untuk memanfaatkan produk hasil pertanian,” jelasnya.
Diskusi tersebut menghadirkan sejumlah panelis dari berbagai kementerian dan lembaga, antara lain Kepala BRIN Arif Satria, Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Hermansyah Siregar, serta perwakilan dari Kementerian Ekonomi Kreatif dan Kementerian UMKM.
Pada akhir kegiatan, Megawati meminta agar sosialisasi mengenai HKI terus digencarkan kepada masyarakat agar para pelaku usaha memahami pentingnya perlindungan karya.
“Kita ini dalam sejarah bangsa adalah bangsa yang memiliki seni budaya yang sangat luar biasa. Karena itu, kekayaan kita harus dilindungi, karena HKI sudah menjadi bagian dari hukum internasional,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa HKI juga memberikan manfaat ekonomi bagi pencipta karena memungkinkan mereka memperoleh kompensasi royalti sepanjang masa atas penggunaan karya mereka.
Megawati juga meminta Gubernur Bali Wayan Koster untuk kembali mengadakan pertemuan dengan para pelaku UMKM guna menindaklanjuti berbagai gagasan yang muncul dalam diskusi tersebut. (*/ap)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar