BADUNG, Lensabali.id - Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Badung I Gusti Lanang Umbara mendorong agar pemerintah daerah meningkatkan komunikasi dengan pemerintah pusat guna memperjuangkan kekhususan dalam pengangkatan pegawai bagi Bali, khususnya Kabupaten Badung.
Menurutnya, Badung memiliki peran strategis sebagai penggerak utama perekonomian Bali sekaligus menjadi wajah pariwisata Indonesia di tingkat internasional.
Karena itu, keberlangsungan sektor pariwisata dan pelayanan publik di daerah tersebut sangat bergantung pada ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai dan profesional.
“Tentu itu harus kita jaga dengan baik. Menjaganya juga harus didukung dengan SDM yang memadai dan cukup,” ujar Lanang Umbara.
Pernyataan tersebut disampaikan kepada awak media usai rapat kerja Komisi I DPRD Badung bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Ruang Gosana II DPRD Badung, Mangupura, Kamis (9/4/2026).
Rapat kerja tersebut membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Badung Tahun 2025 dengan melibatkan sejumlah OPD mitra kerja Komisi I.
Dalam rapat tersebut, Lanang Umbara mengungkapkan bahwa secara umum serapan anggaran OPD selama tahun 2025 tergolong baik, dengan rata-rata realisasi mencapai 75 hingga 90 persen.
Meski demikian, beberapa program belum dapat terealisasi secara maksimal karena berbagai kendala, termasuk kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat serta adanya pegawai yang memasuki masa pensiun.
Selain itu, perubahan status sejumlah tenaga kontrak menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) juga memengaruhi struktur penganggaran.
“Jadi tidak ada serapan anggaran yang tidak tercapai untuk kepentingan masyarakat. Semua serapan anggaran sudah digunakan untuk kepentingan masyarakat Badung,” tegasnya. (*/ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar