BADUNG, Lensabali.id – DPRD Kabupaten Badung menyoroti lemahnya serapan anggaran serta kurang optimalnya promosi pariwisata yang dilakukan Dinas Pariwisata (Dispar). Kondisi ini dinilai perlu segera dibenahi di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Melalui Komisi II, DPRD menilai promosi pariwisata harus diperkuat agar Badung tetap kompetitif di pasar internasional. Wakil Ketua Komisi II, Wayan Edi Sanjaya, menegaskan pentingnya strategi yang lebih agresif.
“Kalau kita tidak melakukan promosi secara aktif seperti mereka, kita akan ditinggalkan. Sementara kontribusi pariwisata terhadap PAD Badung mencapai lebih dari 80 persen,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, serapan anggaran promosi pada 2025 masih rendah, hanya sekitar 40 persen. Kondisi ini berbanding terbalik dengan negara pesaing seperti Thailand dan Vietnam yang gencar melakukan promosi.
Edi juga menyoroti dampak geopolitik global yang mulai terasa, termasuk pembatalan wisatawan asal Eropa.
“Booking sampai Mei di-cancel semua dan belum ada booking baru. Ini harus jadi alarm bagi kita,” ujarnya.
Ia turut mengkritisi pembatasan promosi luar negeri akibat kebijakan efisiensi, yang menurutnya perlu dikaji ulang.
"Kalau bisa dilobi ke pusat agar promosi ke luar negeri tetap dilakukan. Ini bukan sekadar perjalanan, tapi investasi untuk menjaga pasar," jelasnya.
DPRD juga mendorong perluasan pasar ke Eropa dan Timur Tengah, serta penguatan strategi B2B melalui event internasional seperti BBTF. (*/ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar