𝗗𝘂𝗮 𝗔𝗹𝗮𝘁 𝗕𝗲𝗿𝗮𝘁 𝗗𝗶𝗸𝗲𝗿𝗮𝗵𝗸𝗮𝗻, 𝗣𝗨𝗣𝗥 𝗕𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴 𝗥𝗮𝗽𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗱𝗲𝘀𝘁𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗣𝗮𝗻𝘁𝗮𝗶 𝗞𝘂𝘁𝗮 - LENSA BALI

Hot


Sabtu, 11 April 2026

𝗗𝘂𝗮 𝗔𝗹𝗮𝘁 𝗕𝗲𝗿𝗮𝘁 𝗗𝗶𝗸𝗲𝗿𝗮𝗵𝗸𝗮𝗻, 𝗣𝗨𝗣𝗥 𝗕𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴 𝗥𝗮𝗽𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗱𝗲𝘀𝘁𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗣𝗮𝗻𝘁𝗮𝗶 𝗞𝘂𝘁𝗮

Dua Alat Berat Dikerahkan, PUPR Badung Rapikan Pedestrian di Pantai Kuta

BADUNG, Lensabali.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung melakukan perapian jalur pedestrian di kawasan Pantai Kuta, Kecamatan Kuta, menyusul dampak abrasi yang terjadi belakangan ini.

Penanganan ini dilakukan agar aktivitas di kawasan pantai tetap berjalan dengan aman dan nyaman bagi wisatawan maupun pelaku usaha, sembari menunggu penanganan lanjutan dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Jumat (10/4/2026) pagi, dua alat berat terlihat beroperasi di kawasan utara kantor Satgas Pantai Kuta untuk menyingkirkan material pedestrian yang terdampak.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Badung Anak Agung Rama Putra menjelaskan bahwa pekerjaan yang dilakukan saat ini hanya bersifat perapian sementara.

“Bukan penataan, kita merapikan dulu. Metodenya masih seperti sebelumnya sambil menunggu kegiatan dari BWS Bali-Penida seperti pembuatan breakwater dan pengisian pasir. Setelah kondisinya sudah baik, baru kita pasang kembali,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon, Jumat.

Dalam kegiatan tersebut, PUPR Badung mengerahkan satu buldoser dan satu ekskavator untuk memindahkan material beton pedestrian yang terdampak abrasi.

Pengoperasian alat berat dilakukan dengan menyesuaikan kondisi pasang air laut. Biasanya, air laut mulai pasang menjelang siang sehingga pekerjaan lapangan harus dihentikan lebih awal.

“Dua alat berat cukup. Kalau terlalu banyak juga tidak efektif karena sekitar jam 10 sudah rob,” jelas Rama Putra.

Ia menambahkan, sebagian beton pedestrian sengaja dipindahkan sementara agar tidak menghambat proses pengisian pasir yang akan dilakukan oleh BWS Bali-Penida di kawasan tersebut.

Secara fisik, Rama Putra menegaskan tidak ada kerusakan signifikan pada pedestrian. Namun, beberapa titik mengalami penurunan akibat tekanan gelombang tinggi yang menggerus pasir di bagian bawah.

“Tidak ada yang rusak, hanya mengalami penurunan karena arus gelombang tinggi yang menyebabkan pasir di bawahnya turun, sehingga walkway ikut turun,” tegasnya.

Perapian difokuskan pada jalur pedestrian dari kawasan Beachwalk hingga ke arah selatan, yang menjadi prioritas dalam proses pengisian pasir.

Saat ini beton pedestrian belum dipasang kembali karena area tersebut masih menunggu proses penanganan lanjutan.

Rama Putra juga menyebutkan titik abrasi paling parah kini bergeser ke kawasan depan Hard Rock Cafe, sementara area di depan Beachwalk masih memiliki daratan yang cukup.

Pemerintah daerah pun mengimbau masyarakat dan pelaku pariwisata untuk bersabar selama proses penanganan berlangsung, karena perbaikan Pantai Kuta dilakukan secara bertahap bersama BWS Bali-Penida. (ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar