𝗞𝗼𝗹𝗮𝗯𝗼𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗞𝗲𝗺𝗲𝗻𝗯𝘂𝗱 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗺𝗽𝗿𝗼𝘃 𝗕𝗮𝗹𝗶, 𝗖𝗛𝗔𝗡𝗗𝗜 𝗦𝘂𝗺𝗺𝗶𝘁 𝟮𝟬𝟮𝟲, 𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿: 𝗕𝘂𝗱𝗮𝘆𝗮 𝗛𝗮𝗿𝘂𝘀 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗥𝘂𝗵 𝗔𝗰𝗮𝗿𝗮 - LENSA BALI

Hot


Senin, 16 Maret 2026

𝗞𝗼𝗹𝗮𝗯𝗼𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗞𝗲𝗺𝗲𝗻𝗯𝘂𝗱 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗺𝗽𝗿𝗼𝘃 𝗕𝗮𝗹𝗶, 𝗖𝗛𝗔𝗡𝗗𝗜 𝗦𝘂𝗺𝗺𝗶𝘁 𝟮𝟬𝟮𝟲, 𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿: 𝗕𝘂𝗱𝗮𝘆𝗮 𝗛𝗮𝗿𝘂𝘀 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗥𝘂𝗵 𝗔𝗰𝗮𝗿𝗮

Kolaborasi Kemenbud dan Pemprov Bali, CHANDI Summit 2026, Gubernur Koster: Budaya Harus Jadi Ruh Acara

DENPASAR, Lensabali.id – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Bali terhadap penyelenggaraan CHANDI Summit (Culture, Heritage, Art, Narrative, Diplomacy and Innovation) 2026, forum budaya internasional yang digagas oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Kegiatan berskala global tersebut direncanakan berlangsung pada Agustus 2026 di kawasan Nusa Dua, Kabupaten Badung, dan akan mempertemukan para pelaku budaya, akademisi, serta perwakilan negara dari berbagai belahan dunia.

Komitmen itu disampaikan Koster saat menerima audiensi Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan RI, Bambang Wibawarta, di Ruang Tamu Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Senin (16/3) pagi.

Pertemuan tersebut membahas kerangka kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah guna memastikan penyelenggaraan forum budaya internasional tersebut berjalan optimal.

Dalam kesempatan itu, Bambang Wibawarta menyampaikan salam dari Menteri Kebudayaan RI sekaligus memaparkan rencana penyelenggaraan CHANDI Summit tahun ini.

Ia menjelaskan bahwa keberhasilan Bali menjadi tuan rumah pada penyelenggaraan sebelumnya menjadi salah satu alasan forum tersebut kembali digelar di Pulau Dewata.

Tahun lalu, konferensi budaya ini dihadiri perwakilan dari lebih dari 43 negara dengan total partisipasi sekitar 5.000 peserta. Siaran tunda kegiatan tersebut bahkan mencatat jumlah penonton lebih dari empat juta orang.

Rangkaian agenda CHANDI Summit meliputi berbagai kegiatan diplomasi budaya, mulai dari welcoming dinner bagi delegasi negara peserta, saresehan, diskusi tematik, hingga pertukaran narasi kebudayaan antarnegara.

Tahun ini, forum tersebut mengusung tema “Culture in Action”, yang menekankan implementasi nyata nilai-nilai budaya dalam dinamika global yang terus berkembang.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Koster menekankan pentingnya penyusunan kerangka kerja sama yang jelas antara Kementerian Kebudayaan dan Pemerintah Provinsi Bali.

Ia menegaskan kesiapan Bali untuk memberikan dukungan penuh, khususnya dalam memperkuat nuansa budaya dalam setiap rangkaian kegiatan.

“Kita bisa support dekorasi untuk welcoming dinner dan acara inti, menghadirkan tari dan gamelan. Bahkan bisa disiapkan fragmen tari yang mengimplementasikan tema besar tersebut. Nuansa budaya harus kuat,” ujar Koster.

Selain itu, ia juga membuka peluang pelibatan seniman lokal Bali untuk menampilkan karya-karya seni yang berkarakter dan mencerminkan identitas budaya daerah.

Kolaborasi Kemenbud dan Pemprov Bali, CHANDI Summit 2026, Gubernur Koster: Budaya Harus Jadi Ruh Acara

Menurutnya, berbagai bentuk ekspresi seni tradisi hingga kontemporer dapat dihadirkan, termasuk kemungkinan menghadirkan instalasi seni bertema ogoh-ogoh sebagai representasi kreativitas budaya Bali.

Koster menilai kolaborasi ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam membangun daerah berbasis penguatan kebudayaan.

Ia menegaskan bahwa budaya Bali hingga kini tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat dengan tingkat partisipasi yang tinggi.

Regenerasi pelaku budaya pun berjalan secara alami, terutama melalui keterlibatan generasi muda dalam berbagai aktivitas seni dan tradisi.

Menurut Koster, gagasan Presiden pertama RI Soekarno tentang pentingnya “berkepribadian dalam kebudayaan” masih sangat relevan hingga saat ini.

Nilai tersebut, kata dia, menjadi fondasi penting dalam menjaga identitas budaya sekaligus memperkuat posisi Bali di panggung diplomasi budaya dunia. (ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar