𝗛𝗮𝗿𝗶 𝗪𝗮𝗻𝗶𝘁𝗮 𝗜𝗻𝘁𝗲𝗿𝗻𝗮𝘀𝗶𝗼𝗻𝗮𝗹 𝟮𝟬𝟮𝟲, 𝗡𝘆. 𝗣𝘂𝘁𝗿𝗶 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗔𝗷𝗮𝗸 𝗣𝗲𝗿𝗲𝗺𝗽𝘂𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗿𝗴𝗲𝗿𝗮𝗸 𝗱𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗿𝗸𝗼𝗻𝘁𝗿𝗶𝗯𝘂𝘀𝗶 𝗡𝘆𝗮𝘁𝗮 - LENSA BALI

Hot


Jumat, 13 Maret 2026

𝗛𝗮𝗿𝗶 𝗪𝗮𝗻𝗶𝘁𝗮 𝗜𝗻𝘁𝗲𝗿𝗻𝗮𝘀𝗶𝗼𝗻𝗮𝗹 𝟮𝟬𝟮𝟲, 𝗡𝘆. 𝗣𝘂𝘁𝗿𝗶 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗔𝗷𝗮𝗸 𝗣𝗲𝗿𝗲𝗺𝗽𝘂𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗿𝗴𝗲𝗿𝗮𝗸 𝗱𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗿𝗸𝗼𝗻𝘁𝗿𝗶𝗯𝘂𝘀𝗶 𝗡𝘆𝗮𝘁𝗮

Hari Wanita Internasional 2026, Ny. Putri Koster Ajak Perempuan Bergerak dan Berkontribusi Nyata

DENPASAR, Lensabali.id - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster mengajak kaum perempuan untuk tidak hanya berbicara mengenai kesetaraan, tetapi juga berani mengambil langkah nyata dalam kehidupan sehari-hari. Pesan tersebut ia sampaikan saat menghadiri perayaan Hari Wanita Internasional 2026 (International Women’s Day) yang digelar di Hotel Maya Sanur, Denpasar, Kamis (12/3).

Dalam sambutannya pada kegiatan bertema “Women Taking Action” atau Perempuan Bergerak, Ny. Putri Koster menekankan pentingnya perempuan terus membuka wawasan, memperkuat kapasitas diri, serta aktif mengambil peran dalam berbagai bidang kehidupan, tanpa meninggalkan nilai-nilai karakter dan adab ketimuran.

Menurutnya, semangat emansipasi perempuan sejatinya telah tumbuh sejak lama, bahkan sejak masa perjuangan Raden Ajeng Kartini yang memperjuangkan hak dan kesempatan bagi perempuan.

“Sejak dahulu perempuan telah menyadari pentingnya kesetaraan gender, namun bukan untuk menjadi saingan laki-laki, melainkan sebagai pendamping yang setara dan saling menguatkan,” ujarnya pada acara yang juga dihadiri Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara.

Ia menambahkan bahwa perempuan Bali sejak dahulu telah memiliki peran penting dalam kehidupan sosial dan adat istiadat masyarakat. Keterlibatan perempuan tidak hanya terbatas pada ranah domestik, tetapi juga dalam berbagai aktivitas sosial dan budaya.

“Saat ini pun perempuan telah banyak mengisi berbagai profesi penting, sehingga perempuan tidak hanya menuntut hak, tetapi juga harus menunjukkan kontribusi nyata,” tegasnya.

Sebagai contoh, ia mengungkapkan bahwa dirinya tidak hanya menjalankan peran sebagai istri gubernur, tetapi juga aktif bekerja melayani masyarakat melalui tugasnya sebagai Ketua TP PKK serta Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali.

Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara suami dan istri dalam keluarga, terutama dalam membangun karakter serta menanamkan nilai-nilai positif kepada anak-anak.

Sementara itu, Konsul Jenderal Australia di Bali, Jo Stevens, dalam sambutannya menyoroti berbagai tantangan kesetaraan gender yang masih dihadapi perempuan di berbagai belahan dunia.

Ia mengungkapkan bahwa secara global sekitar 2,5 miliar perempuan masih belum memiliki akses yang setara terhadap kesempatan ekonomi. Selain itu, perempuan juga lebih rentan mengalami kemiskinan ekstrem dan kerawanan pangan.

Tak hanya itu, hampir sepertiga perempuan di dunia pernah mengalami kekerasan dalam rumah tangga atau kekerasan seksual sepanjang hidup mereka. Bahkan dalam situasi krisis iklim dan kemanusiaan, perempuan dan anak-anak disebut memiliki risiko 14 kali lebih besar meninggal dalam bencana alam.

Karena itu, pemerintah Australia terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, organisasi masyarakat sipil, serta kelompok perempuan untuk mendorong perubahan nyata menuju kesetaraan gender.

Hari Wanita Internasional 2026, Ny. Putri Koster Ajak Perempuan Bergerak dan Berkontribusi Nyata

Salah satu langkah yang dilakukan adalah peluncuran Strategi Kesetaraan Gender Internasional yang menjadi panduan kerja sama dengan berbagai mitra, dengan fokus pada penghapusan kekerasan berbasis gender, penguatan ekonomi perempuan, serta dukungan terhadap kepemimpinan perempuan melalui pendekatan berbasis komunitas.

Jo Stevens juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan Ny. Putri Koster ke Konsulat Jenderal Australia di Bali pada pekan sebelumnya. Dalam pertemuan tersebut, keduanya berdiskusi mengenai pentingnya memperkuat peran perempuan dalam ekonomi dan kehidupan budaya Bali.

Diskusi tersebut juga menyoroti potensi besar industri yang dipimpin perempuan, termasuk sektor kerajinan tradisional Bali, yang dinilai memiliki peluang besar dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan.

Selain itu, Australia juga bekerja sama dengan Indonesia melalui program INKLUSI (Kemitraan Australia–Indonesia menuju Masyarakat Inklusif) yang dilaksanakan di 34 provinsi di Indonesia. Program ini bertujuan mempromosikan kesetaraan gender, inklusi sosial, serta pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas.

Menutup acara, Jo Stevens mengajak seluruh peserta untuk benar-benar memaknai tema Women Taking Action dengan mengambil peran aktif dalam mendorong kesetaraan dan keadilan bagi perempuan.

Ia mengaku selama lebih dari dua tahun bertugas di Bali telah bertemu banyak sosok inspiratif yang bekerja tanpa lelah untuk memperjuangkan kesetaraan gender.

Menurutnya, siapa pun, dari latar belakang apa pun, memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang lebih adil dan inklusif bagi perempuan. (hms/ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar