DENPASAR, Lensabali.id - Kesanga Festival 2026 resmi digelar pada Jumat (6/3/2026) dengan menampilkan 16 ogoh-ogoh dari perwakilan desa di Kota Denpasar. Ajang tahunan ini kembali menjadi panggung kreativitas para yowana banjar sekaligus magnet yang menarik ribuan masyarakat untuk datang menyaksikan langsung.
Pantauan di lokasi menunjukkan kawasan titik nol Kota Denpasar telah dipadati warga sejak sore hari. Masyarakat dari berbagai wilayah terlihat antusias mengikuti jalannya festival yang menampilkan beragam ogoh-ogoh dengan desain dan karakter unik.
Sejumlah warga bahkan rela datang lebih awal untuk mendapatkan tempat menonton yang strategis. Meski demikian, padatnya penonton membuat sebagian masyarakat hanya dapat menyaksikan dari kejauhan.
"Iya pengen aja melihat ke sini. Cuma nggak bisa deket nontonnya, penuh banget (masyarakatnya)," ujar De Krisna saat ditemui di lokasi acara.
Antusiasme serupa disampaikan warga Denpasar lainnya, Andhika. Ia mengaku datang ke festival tersebut untuk menikmati suasana sekaligus menghabiskan waktu menunggu berbuka puasa.
"Memang pengen aja datang ke sini, lihat langsung sekalian ngabuburit," ungkapnya.
Sepanjang pertunjukan, iringan gamelan Bali menambah semarak penampilan ogoh-ogoh yang dipentaskan di panggung festival.
Kreativitas para yowana banjar terlihat dari detail bentuk, karakter, serta konsep cerita yang diusung dalam setiap ogoh-ogoh.
Walaupun tidak semua penonton dapat menyaksikan dari jarak dekat, kemeriahan suasana tetap terasa. Sorak penonton dan dentingan gamelan berpadu menciptakan atmosfer khas menjelang Hari Raya Nyepi. (apn)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar