𝗣𝗲𝗻𝗴𝗮𝘄𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗧𝗮𝗸𝗷𝗶𝗹 𝗱𝗶 𝗣𝗮𝘀𝗮𝗿 𝗦𝗲𝗻𝗴𝗴𝗼𝗹 𝗦𝗲𝗺𝗮𝗿𝗮𝗽𝘂𝗿𝗮, 𝗕𝗣𝗢𝗠 𝗧𝗲𝗺𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗞𝗲𝗿𝘂𝗽𝘂𝗸 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻𝗱𝘂𝗻𝗴 𝗥𝗵𝗼𝗱𝗮𝗺𝗶𝗻 𝗕 - LENSA BALI

Hot


Jumat, 27 Februari 2026

𝗣𝗲𝗻𝗴𝗮𝘄𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗧𝗮𝗸𝗷𝗶𝗹 𝗱𝗶 𝗣𝗮𝘀𝗮𝗿 𝗦𝗲𝗻𝗴𝗴𝗼𝗹 𝗦𝗲𝗺𝗮𝗿𝗮𝗽𝘂𝗿𝗮, 𝗕𝗣𝗢𝗠 𝗧𝗲𝗺𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗞𝗲𝗿𝘂𝗽𝘂𝗸 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻𝗱𝘂𝗻𝗴 𝗥𝗵𝗼𝗱𝗮𝗺𝗶𝗻 𝗕


Pengawasan Takjil di Pasar Senggol Semarapura, BPOM Temukan Kerupuk Mengandung Rhodamin B

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Pemerintah Kabupaten Klungkung bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Denpasar mengintensifkan pengawasan pangan di Pasar Senggol Semarapura, Kamis (26/2). Kegiatan ini menyasar jajanan buka puasa atau takjil sebagai langkah preventif menjelang Idul Fitri 1 Syawal 1447 H Tahun 2026.

Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra turun langsung memantau proses pemeriksaan. Pengawasan dilakukan guna memastikan produk pangan yang beredar memenuhi standar keamanan dan layak dikonsumsi masyarakat.

Petugas mengambil enam sampel makanan dari sejumlah pedagang. Hasil uji cepat (rapid test) menunjukkan satu sampel kerupuk positif mengandung Rhodamin B, pewarna sintetis yang dilarang digunakan dalam produk pangan.

Pelaksana Tugas Kepala Balai Besar POM di Denpasar, Made Ery Bahari, menegaskan pihaknya segera menarik produk tersebut dari peredaran serta menelusuri sumber produksinya. “Kami akan menelusuri hingga ke tempat produksinya dan memberikan edukasi kepada pembuatnya agar tidak lagi menggunakan bahan berbahaya,” ujarnya.

Pengawasan Takjil di Pasar Senggol Semarapura, BPOM Temukan Kerupuk Mengandung Rhodamin B

Ia menjelaskan, Rhodamin B merupakan pewarna tekstil yang berisiko jika terakumulasi dalam tubuh. Dampaknya tidak langsung terasa, namun dalam jangka panjang dapat memicu gangguan kesehatan serius, termasuk kerusakan organ dan kanker.

Adapun jenis makanan yang diuji meliputi kolak, es gula, jajan giling, bakso, tahu, pepes ikan, dan kerupuk. Parameter pengujian mencakup formalin, Rhodamin B, dan boraks menggunakan metode rapid test di lokasi.

Wabup Tjok Surya mengingatkan produsen dan pedagang agar tidak menggunakan bahan tambahan berbahaya. “Kami mengingatkan agar tidak menggunakan pewarna tekstil atau bahan tambahan berbahaya lainnya. Keamanan pangan adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih cermat memilih makanan, terutama yang memiliki warna terlalu mencolok. Kewaspadaan konsumen dinilai penting untuk meminimalkan risiko paparan zat berbahaya.

Sebelumnya, BPOM Denpasar telah mengambil 14 sampel takjil di sekitar Kampung Gelgel dan enam sampel di Kampung Lebah. Seluruhnya dinyatakan negatif. Pemkab Klungkung bersama BPOM berkomitmen melanjutkan pengawasan rutin demi menjamin keamanan pangan selama Ramadan hingga Idul Fitri. (*/ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar