BULELENG, Lensabali.id - Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta, kembali menegaskan komitmennya untuk terus mengajak generasi muda Bali berkreativitas dan berkarya tanpa tercerabut dari akar budaya. Pesan tersebut disampaikannya saat menghadiri rangkaian upacara pamelaspasan Kantor Perbekel Patemon di Banjar Dinas Sema, Desa Patemon, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Rabu (7/1).
Dalam sambutannya, Giri Prasta mengingatkan bahwa kekuatan Bali terletak pada budaya yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat. Kemajuan daerah, termasuk sebagai destinasi pariwisata dunia, menurutnya tidak boleh menggerus identitas lokal.
“Kita lahir dan besar di Bali yang merupakan daerah dengan budaya yang kuat. Oleh karena itu, menjadi kewajiban kita semua untuk bersama-sama menjaga akar budaya daerah kelahiran yang kita miliki. Sekalipun kita menjadi salah satu destinasi pariwisata dunia, kita tidak boleh melupakan dan meninggalkan budaya lokal kita. Karena jika bukan kita yang menjaga, lalu siapa lagi,” ungkapnya.
Wagub Giri Prasta juga menegaskan bahwa Buleleng boleh dan harus maju, namun tetap berlandaskan nilai-nilai budaya Bali. Ia menekankan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap proses pembangunan desa agar fondasi kehidupan sosial tetap kokoh dan berjalan selaras.
Selain itu, ia mengingatkan agar setiap pembangunan yang dilaksanakan desa maupun wilayah tertentu selalu disertai prosedur administrasi yang tertib dan sesuai ketentuan. Hal tersebut, menurutnya, penting sebagai dasar pertanggungjawaban di kemudian hari.
Pesan tersebut disampaikan seiring dengan pemanfaatan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) yang disalurkan Pemerintah Provinsi Bali kepada Desa Patemon. Bantuan tersebut digunakan untuk renovasi wantilan desa, kantor LPD, pembangunan tembok, serta pintu gerbang desa.
Sementara itu, Perbekel Desa Patemon, Made Selamat, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian Pemerintah Provinsi Bali. Ia menyebutkan, dana BKK tidak hanya dimanfaatkan untuk pembangunan fisik, tetapi juga mendukung pelaksanaan upacara melaspas, sehingga memiliki nilai spiritual dan sosial yang penting bagi masyarakat.
“Dukungan ini sangat berarti bagi kami, bukan hanya untuk pembangunan fisik, tetapi juga sebagai bentuk perhatian terhadap kepentingan warga Desa Patemon dan diharapkan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Giri Prasta juga menyerahkan punia sebesar Rp23 juta. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi sanggar seni sebesar Rp10 juta, penari Rp3 juta, kader PKK Rp5 juta, serta anggota Pakis sebesar Rp5 juta sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan seni, budaya, dan pemberdayaan masyarakat di Desa Patemon. (hms/ap)

.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar