TABANAN, Lensabali.id - Cuaca ekstrem berupa hujan disertai angin kencang yang melanda wilayah Tabanan dalam beberapa waktu terakhir tidak berdampak signifikan terhadap kunjungan wisatawan ke Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot.
Destinasi unggulan Kabupaten Tabanan tersebut tetap ramai dikunjungi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, meskipun memasuki periode Sasih Kaulu yang identik dengan potensi cuaca ekstrem.
Asisten Manajer DTW Tanah Lot, I Putu Toni Wirawan, mengatakan kondisi kawasan wisata hingga kini masih terpantau aman dan kondusif. Aktivitas pariwisata berjalan normal tanpa gangguan berarti.
“Memasuki Sasih Kaulu memang perlu kewaspadaan terhadap hujan dan angin kencang. Namun sampai saat ini situasi di kawasan DTW Tanah Lot masih terkendali,” ujar Toni, Rabu (21/1/2026).
Sebagai langkah antisipasi, pengelola meningkatkan pemantauan terhadap aktivitas wisatawan, khususnya di area pantai saat terjadi gelombang pasang.
Pengawasan dilakukan secara rutin oleh petugas lifeguard guna menjamin keselamatan serta kenyamanan pengunjung selama berada di kawasan wisata.
Meski demikian, pengelola menilai belum perlu penambahan personel pengamanan. Saat ini, enam lifeguard tetap disiagakan setiap hari dan ditempatkan di tiga pos pengawasan di sepanjang garis pantai.
“Enam lifeguard kami siagakan setiap hari di tiga titik pantau,” jelasnya.
Toni menambahkan, kondisi gelombang laut di sekitar Pura Tanah Lot masih tergolong normal. Wisatawan tetap dapat menikmati keindahan pura dari jarak dekat, namun akan diarahkan ke area atas apabila gelombang meningkat demi menjaga keselamatan.
Dari sisi kunjungan, sepanjang Januari 2026 jumlah wisatawan ke DTW Tanah Lot masih berada pada kisaran normal, yakni sekitar 2.000 hingga 3.000 orang per hari. “Fokus utama kami tetap pada keamanan wisatawan,” pungkasnya. (ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar