DENPASAR, Lensabali.id - Akun profil bisnis toko kue UD Ayu milik Made Widana di Jalan Tukad Pakerisan, Denpasar Selatan, menjadi sasaran peretasan. Pelaku mengubah nomor telepon resmi toko yang tercantum di Google Maps dengan nomor ponsel milik mereka, sehingga calon pembeli berkomunikasi langsung dengan pelaku. Akibatnya, sedikitnya enam pelanggan mengalami kerugian dengan total mencapai sekitar Rp25 juta.
Selain merugikan pelanggan secara finansial, peristiwa ini juga mencederai nama baik usaha Widana. Merasa dirugikan, ia melaporkan kasus tersebut ke Polda Bali dengan harapan pelaku dapat segera diungkap. “Modus yang dilakukan pelaku adalah mengganti nomor WhatsApp toko kami melalui layanan Google Maps, sehingga muncul nomor yang bukan milik UD Ayu pada pencarian pelanggan,” ujar Widana, Selasa (20/1).
Widana mengungkapkan, aksi penipuan ini terdeteksi pada awal Januari 2026 ketika seorang pelanggan datang mengambil pesanan dan mengaku telah membayar lunas melalui transfer ke rekening yang diberikan oleh nomor WhatsApp palsu. Ia baru menyadari peretasan tersebut pada 6 Januari setelah menerima keluhan pelanggan yang merasa telah mengirim uang, namun pesanannya tidak tercatat di toko.
Pelaku diketahui menggunakan rekening pribadi dan QRIS yang bukan milik UD Ayu untuk menampung dana hasil penipuan. “Estimasi kerugian pelanggan mencapai Rp25 juta. Saya sangat dirugikan secara immateriil karena reputasi toko tercemar. Saya imbau pelaku usaha agar lebih waspada, karena profil bisnis di Google Maps bisa disalahgunakan oknum,” tuturnya. (ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar