𝗦𝗲𝗻𝘁𝘂𝗵𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗿𝘂 𝗠𝗼𝗻𝘂𝗺𝗲𝗻 𝗣𝘂𝗽𝘂𝘁𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴: 𝗦𝗶𝗺𝗯𝗼𝗹 𝗛𝗲𝗿𝗼𝗶𝘀𝗺𝗲 𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗕𝗶𝗻𝗴𝗸𝗮𝗶 𝗕𝘂𝗱𝗮𝘆𝗮 - LENSA BALI

Hot


Minggu, 16 November 2025

𝗦𝗲𝗻𝘁𝘂𝗵𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗿𝘂 𝗠𝗼𝗻𝘂𝗺𝗲𝗻 𝗣𝘂𝗽𝘂𝘁𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴: 𝗦𝗶𝗺𝗯𝗼𝗹 𝗛𝗲𝗿𝗼𝗶𝘀𝗺𝗲 𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗕𝗶𝗻𝗴𝗸𝗮𝗶 𝗕𝘂𝗱𝗮𝘆𝗮


Sentuhan Baru Monumen Puputan Badung Simbol Heroisme dalam Bingkai Budaya

DENPASAR, Lensabali.id - Monumen Perjuangan Puputan Badung kini tampil lebih megah usai revitalisasi rampung. Berada di Lapangan Puputan Badung, monumen ini memadukan unsur budaya, sejarah, dan nilai heroisme yang berkaitan dengan peristiwa Puputan Badung 1906.

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menegaskan bahwa monumen tersebut bukan sekadar simbol masa lalu. “Monumen ini bukan hanya simbol kejayaan masa lalu. Tetapi, pusat pembelajaran sejarah dan kebudayaan,” ujarnya.

Peresmian monumen dilakukan bertepatan dengan Hari Sugihan Bali. Revitalisasi mencakup pemugaran patung, pembaruan pedestal, kolam, dan area taman yang dibuat lebih hijau.

Jaya Negara mengatakan momen Sugihan Bali dipilih karena menggambarkan proses penyucian diri dan alam. Ia berharap nilai kesucian itu dapat menjadi dasar masyarakat dalam memahami perjuangan para pahlawan.

Ia juga menekankan bahwa monumen ini dihadirkan sebagai ruang edukasi publik dan destinasi budaya. Tempat tersebut diharapkan memperkuat identitas, kebanggaan, serta semangat gotong royong masyarakat Bali.

Revitalisasi turut menghadirkan fasilitas bagi penyandang disabilitas. Seniman Denpasar, Marmar Herayukti, menyebut ram kursi roda dan guiding block telah dibenahi sehingga lebih aman dan mudah diakses.

“Ram menuju area monumen sudah dapat diakses mandiri. Guiding block juga diperbaiki agar memberi isyarat jika ada hambatan,” ujar Marmar. Gemericik air kolam juga menjadi penanda alami bagi penyandang tunanetra.

Bagian pedestal monumen kini dihiasi relief kuningan yang menggambarkan kisah perjuangan rakyat Badung. Patung utamanya juga diorientasikan ulang menghadap utara.

Marmar menegaskan bahwa perubahan ini tidak hanya memperindah kawasan, tetapi juga menambah kedalaman makna monumen sebagai pengingat sejarah.

Melalui revitalisasi tersebut, Monumen Puputan Badung diharapkan menjadi ruang publik yang mempercantik kota sekaligus menanamkan nilai perjuangan dan heroisme kepada masyarakat luas. (ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar