LENSA BALI

Hot


Sabtu, 26 September 2026

𝗦𝗮𝘆𝘂 𝗕𝗲𝗹𝗹𝗮 𝗥𝗮𝗶𝗵 𝗣𝗲𝗿𝘂𝗻𝗴𝗴𝘂 𝗫𝗖𝗢 𝗣𝘂𝘁𝗿𝗶 𝗔𝘀𝗶𝗮𝗻 𝗚𝗮𝗺𝗲𝘀 𝟮𝟬𝟮𝟲

September 26, 2026 0
Sayu Bella Raih Perunggu XCO Putri Asian Games 2026

Lensabali.id - Atlet sepeda asal Bali, Sayu Bella Sukma Dewi, menambah catatan prestasinya di panggung internasional dengan meraih medali perunggu pada Asian Games 2026. Sayu Bella tampil di nomor mountain bike Cross-Country Olympic (XCO) putri yang berlangsung di Obata Ryokuchi Park, Jepang.

Dalam perlombaan tersebut, Sayu Bella mencatat waktu 1 jam 28 menit dan finis di posisi ketiga. Medali emas diraih Wu Zhifan dengan catatan waktu 1 jam 26 menit 14 detik, sedangkan perak menjadi milik Liang Zhenglan dengan waktu 1 jam 27 menit 5 detik.

Sayu Bella lahir di Denpasar, Bali, pada 16 Agustus 2003. Ia menekuni cabang olahraga sepeda, khususnya nomor mountain bike XCO. Sejak awal 2020, Sayu Bella bergabung dalam Pelatnas PB ISSI dan dipersiapkan mengikuti rangkaian Asian Mountain Continental Championship di Chiang Rai, Thailand.

Sejak masuk pelatnas, prestasi Sayu Bella terus berkembang. Ia kemudian tampil di berbagai kompetisi nasional dan internasional. Di luar aktivitas sebagai atlet, Sayu Bella juga tercatat sebagai mahasiswa Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha).

Namanya semakin dikenal setelah sukses meraih dua medali emas pada SEA Games 2023 di Kamboja. Sayu Bella menjadi juara nomor Cross Country Olympic (XCO) putri. Ia kembali meraih emas melalui nomor Mixed Cross Country Relay (XCR) bersama Dara Latifa, Feri Yudoyono, dan Zaenal Fanani.

Pada tahun yang sama, Sayu Bella juga mencatat prestasi di Thailand Mountain Bike Cup. Ia menjadi juara pertama pada kategori Woman Elite dan Women U23. Selain itu, ia meraih posisi juara pada Pra PON Sumsel dan Kejurnas Sumsel.

Memasuki 2026, Sayu Bella kembali menunjukkan performa kompetitifnya. Pada Thailand Mountain Bike Cup XCO, 14 Januari 2026, ia meraih emas kategori Women Elite dengan catatan waktu 1 jam 6 menit 49,706 detik. Hasil tersebut menjadi salah satu bagian dari persiapannya menuju Asian Games 2026.

Kini, medali perunggu dari Asian Games 2026 menambah panjang daftar prestasi Sayu Bella. Capaian tersebut sekaligus melanjutkan kiprahnya sebagai salah satu atlet sepeda Indonesia yang tampil di kompetisi internasional. (ap)
Read More

𝗕𝗲𝗿𝗷𝘂𝗮𝗻𝗴 𝟳 𝗛𝗮𝗿𝗶, 𝗦𝗼𝗽𝗶𝗿 𝗧𝗿𝘂𝗸 𝗞𝗼𝗿𝗯𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗺𝗯𝗮𝗸𝗮𝗿𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗞𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝘀𝗲𝗺 𝗠𝗲𝗻𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮𝗹

September 26, 2026 0

Berjuang 7 Hari, Sopir Truk Korban Pembakaran di Karangasem Meninggal

KARANGASEM, Lensabali.id  - Gede Selamet, sopir truk asal Desa Muncan, Kecamatan Selat, Karangasem, yang menjadi korban pembakaran oleh bosnya, meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSUP Prof Ngoerah, Denpasar. Selamet sebelumnya mengalami luka bakar sekitar 68 persen di sekujur tubuh.

Kabar duka tersebut disampaikan Kepala Desa Muncan, I Wayan Tunas. Ia mendapat informasi mengenai meninggalnya Selamet pada Jumat (25/9/2026) pagi.

"Nggih benar, tadi sekitar pukul 08.30 Wita saya dapat kabar jika Gede Selamet meninggal dunia," kata Tunas, Jumat (25/9/2026).

Tunas mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan waktu pemulangan jenazah Selamet dari RSUP Prof Ngoerah. Keluarga masih melakukan pembahasan terkait rencana pemulangan jenazah ke Desa Muncan.

"Kemungkinan setelah purnama baru dibawa pulang jenazahnya, tetapi masih menunggu keputusan dari pihak keluarga juga. Nanti saya info lagi kepastiannya," ujar Tunas.

Selamet sebelumnya menjalani perawatan intensif sejak Jumat (18/9/2026) setelah diduga dibakar oleh bosnya akibat persoalan uang setoran. Kondisinya mengalami luka bakar serius hingga sekitar 68 persen dari bagian tubuh.

Selama menjalani perawatan, keluarga juga menghadapi persoalan biaya pengobatan. Biaya tersebut disebut tidak dapat menggunakan BPJS Kesehatan karena korban merupakan korban tindak kriminal. Pengobatan pun mengandalkan bantuan masyarakat, relawan, komunitas, dan donatur lainnya.

Hingga Kamis (24/9), donasi yang terkumpul baru sekitar Rp 35 juta, sementara tagihan pengobatan telah mencapai Rp 88 juta. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebelumnya juga memberikan bantuan Rp 25 juta yang langsung disalurkan ke rekening RSUP Prof Ngoerah.

Peristiwa pembakaran terjadi pada 18 September lalu. Selamet diduga dibakar hidup-hidup oleh bosnya berinisial Putu CP saat berada di dalam kamar. Setelah kejadian, korban berlari keluar dengan tubuh terbakar sembari meminta pertolongan.

Pembakaran tersebut diduga bermula dari perselisihan mengenai uang setoran. Polisi kemudian mengamankan pelaku dan membawanya ke Polsek Selat untuk menjalani pemeriksaan sebelum akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. (ap)
Read More

𝗟𝗼𝗺𝗯𝗮 𝗣𝗲𝗻𝗷𝗼𝗿 𝗞𝗲𝗺𝗼𝗻𝗶𝗻𝗴 𝗞𝗹𝘂𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴 𝗦𝗲𝗺𝗮𝗸𝗶𝗻 𝗠𝗲𝗿𝗶𝗮𝗵, 𝗞𝗮𝗿𝘆𝗮 𝗣𝗲𝘀𝗲𝗿𝘁𝗮 𝗕𝗶𝘀𝗮 𝗛𝗮𝗯𝗶𝘀𝗸𝗮𝗻 𝗥𝗽 𝟰𝟱 𝗝𝘂𝘁𝗮

September 26, 2026 0

Lomba Penjor Kemoning Klungkung Semakin Meriah, Karya Peserta Bisa Habiskan Rp 45 Juta

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Antusiasme warga mengikuti lomba penjor di Desa Adat Kemoning, Klungkung, tahun ini meningkat. Sebanyak 11 penjor peserta telah disiapkan dan akan menjalani penilaian oleh tim juri pada Jumat (25/9/2026).

Bendesa Adat Kemoning, I Dewa Gede Alit Saputra, mengatakan lomba atau wimbakara penjor tersebut digelar bertepatan dengan rangkaian Purnama Kapat. Proses pemasangan penjor oleh peserta berlangsung hingga Kamis (24/9) malam.

"Wimbakara atau lomba penjor ini kami kaitkan dengan Purnama Kapat. Malam ini terakhir pemasangan," kata Alit, Kamis (24/9/2026) malam.

Menurut Alit, biaya pembuatan satu penjor peserta bahkan dapat mencapai Rp 45 juta. Namun, besarnya biaya yang dikeluarkan tidak menjadi patokan untuk menentukan pemenang. Penilaian sepenuhnya diserahkan kepada tim juri yang dinilai memahami unsur seni, filosofi, dan estetika penjor.

"Penilaian tidak dari harga. Kami serahkan kepada juri yang profesinya seniman khusus penjor," imbuh Alit.

Panitia menyiapkan penghargaan bagi juara 1, 2, dan 3 serta juara harapan 1, 2, dan 3. Hadiah tersebut bersumber dari donasi masyarakat, kas desa adat, serta dukungan sponsor.

Salah satu peserta, Nyoman Agus Atmaja (43), mengatakan pembuatan penjor yang diikutsertakan dalam lomba kali ini dilakukan secara gotong royong. Cara tersebut membuat biaya pengerjaan bisa ditekan dibandingkan jika penjor dibuat atau dibeli secara utuh.

"Biaya bisa ditekan karena dikerjakan bersama rekan-rekan, bukan dibeli utuh. Kalau harga jual, penjor seperti ini di kisaran Rp 35 juta sampai Rp 45 juta," ujar Agus.

Penjor karya Agus dan rekan-rekannya mengangkat filosofi Dewi Danu yang dikenal sebagai dewi kemakmuran. Konsep tersebut menggambarkan kehidupan yang bersumber dari mata air, dengan air dan kendi yang kemudian menghasilkan padi sebagai sumber kehidupan bagi makhluk hidup.

Proses pengerjaannya membutuhkan waktu sekitar 25 hari. Sebelum akhirnya rampung, karya tersebut beberapa kali mengalami perubahan dan penyempurnaan. Agus juga mendapat bantuan dari sejumlah rekannya yang berasal dari Klungkung, Tabanan, hingga Karangasem. (ap)
Read More