𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗧𝗲𝗸𝗮𝗻𝗸𝗮𝗻 𝗦𝗶𝗻𝗲𝗿𝗴𝗶 𝗣𝗞𝗞, 𝗣𝗼𝘀𝘆𝗮𝗻𝗱𝘂, 𝗱𝗮𝗻 𝗗𝗲𝗸𝗿𝗮𝗻𝗮𝘀𝗱𝗮 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗣𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗱𝗮𝘆𝗮𝗮𝗻 𝗠𝗮𝘀𝘆𝗮𝗿𝗮𝗸𝗮𝘁 - LENSA BALI

Hot


Kamis, 22 Oktober 2026

𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗧𝗲𝗸𝗮𝗻𝗸𝗮𝗻 𝗦𝗶𝗻𝗲𝗿𝗴𝗶 𝗣𝗞𝗞, 𝗣𝗼𝘀𝘆𝗮𝗻𝗱𝘂, 𝗱𝗮𝗻 𝗗𝗲𝗸𝗿𝗮𝗻𝗮𝘀𝗱𝗮 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗣𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗱𝗮𝘆𝗮𝗮𝗻 𝗠𝗮𝘀𝘆𝗮𝗿𝗮𝗸𝗮𝘁

Gubernur Koster Tekankan Sinergi PKK, Posyandu, dan Dekranasda untuk Pemberdayaan Masyarakat

DENPASAR, Lensabali.id – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasi antara Tim Penggerak (TP) PKK, Tim Pembina Posyandu, dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Ketiga organisasi tersebut dinilai memiliki peran strategis karena mampu menjangkau warga secara langsung hingga tingkat desa.

Penegasan itu disampaikan Koster saat menjamu Ketua Umum TP PKK dan Tim Pembina Posyandu Pusat, Tri Suswanti Tito Karnavian, beserta jajaran dan para undangan di Gedung Kertha Sabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Rabu (21/10/2026) malam.

Atas nama Pemerintah Provinsi Bali dan masyarakat Bali, Koster menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Bali sebagai tuan rumah kegiatan Penguatan Tata Kelola Lembaga TP PKK, Tim Pembina Posyandu, dan Dekranasda se-Indonesia Bagian Tengah Tahun 2026.

Menurut Koster, PKK, Posyandu, dan Dekranasda merupakan mitra penting pemerintah dalam menjalankan berbagai program, mulai dari pemberdayaan keluarga, peningkatan kesehatan masyarakat, hingga pengembangan kerajinan dan produk lokal. Jaringan kelembagaan yang menjangkau masyarakat hingga tingkat desa menjadi kekuatan untuk memastikan program pemerintah berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Kalau kepala daerah memberdayakan tiga organisasi ini dengan baik, programnya betul-betul langsung menyentuh masyarakat. Apa yang belum tentu bisa dijangkau kepala daerah karena kesibukannya, bisa dilaksanakan melalui gerakan PKK, Posyandu, dan Dekranasda,” tegasnya.

Koster juga memberikan apresiasi kepada Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, atas konsistensinya menggerakkan berbagai kegiatan pemberdayaan bersama jajaran TP PKK kabupaten/kota. Program-program tersebut dilaksanakan hingga menjangkau sembilan kabupaten/kota, 57 kecamatan, dan 636 desa di Bali.

Dalam suasana akrab, Koster bahkan berseloroh bahwa Putri Koster telah mengunjungi seluruh kecamatan di Bali, sementara dirinya sebagai gubernur belum tentu sempat mendatangi semuanya. Seloroh tersebut sekaligus menggambarkan apresiasinya terhadap dedikasi dan jangkauan kegiatan TP PKK dalam mendampingi masyarakat.

Untuk memastikan program berjalan berkelanjutan, Koster menegaskan komitmen Pemprov Bali dalam mendukung kegiatan TP PKK, Tim Pembina Posyandu, dan Dekranasda melalui penganggaran yang memadai sesuai ketentuan. Ia juga mendorong para bupati dan wali kota memberikan dukungan serupa agar program pemberdayaan dapat dilaksanakan secara optimal, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Di bidang lingkungan, Koster mengapresiasi keterlibatan TP PKK Provinsi Bali dan kabupaten/kota dalam mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan sampah berbasis sumber. Gerakan kebersihan yang dilakukan secara rutin di desa-desa diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan dan mengurangi pencemaran.

Upaya tersebut sejalan dengan kebijakan pembatasan plastik sekali pakai dan pengelolaan sampah dari sumbernya. Pemprov Bali juga terus mendorong penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai sebagai bagian dari langkah mengurangi pencemaran lingkungan.

Selain lingkungan, penguatan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan produk lokal turut menjadi perhatian. Koster menjelaskan bahwa pemerintah daerah terus mendorong penggunaan hasil pertanian dan pengembangan potensi ekonomi Bali. Komitmen itu tercermin dalam sajian jamuan malam yang menghadirkan beragam hasil bumi lokal, seperti pisang, manggis, dan jambu.

Gubernur Koster Tekankan Sinergi PKK, Posyandu, dan Dekranasda untuk Pemberdayaan Masyarakat


Menurutnya, pemanfaatan produk lokal tidak hanya meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, tetapi juga memperkuat perekonomian masyarakat dan menumbuhkan kebanggaan terhadap potensi daerah. Pada saat yang sama, Koster mengingatkan pentingnya mempertahankan keramahtamahan, pelayanan kepada tamu, serta pelestarian seni dan budaya sebagai identitas Bali di mata dunia.

Jamuan makan malam tersebut turut dihadiri ketua atau perwakilan TP PKK, Tim Pembina Posyandu, dan Dekranasda dari sejumlah provinsi di kawasan Indonesia bagian tengah, antara lain Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat. Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi daerah untuk bertukar pengalaman, berbagi praktik baik, dan memperluas kerja sama dalam pemberdayaan keluarga, peningkatan kesehatan, serta pengembangan ekonomi lokal.

Suasana acara semakin semarak dengan pertunjukan seni budaya Bali, meliputi Tari Puspanjali, Tari Baris Bandana Manggala Yuda, dan tetabuhan. Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, yang juga dikenal sebagai seniman, turut membacakan puisi Sumpah Kumbakarna karya Dhenok Kristianti. Pembacaan tersebut menghadirkan pesan mengenai kesetiaan, pengabdian, keberanian, dan kecintaan terhadap tanah air.

Menutup sambutannya, Koster berharap kegiatan penguatan tata kelola kelembagaan ini menghasilkan gagasan dan rekomendasi yang dapat diterapkan secara nyata di daerah masing-masing. Ia menekankan bahwa pembangunan membutuhkan sinergi pemerintah dan organisasi masyarakat, terutama dalam memperkuat keluarga, melindungi perempuan dan anak, meningkatkan kesejahteraan, serta menjaga kelestarian alam dan budaya bangsa. (*/ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar