KLUNGKUNG, Lensabali.id – Bupati Klungkung I Made Satria bersama Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra menghadiri puncak Karya Mamungkah, Tawur Agung, Nubung Pedagingan, Ngenteg Linggih, dan Pedudusan Agung di Pura Desa, Pura Puseh, lan Pura Taman Pucak Sari, Desa Adat Akah, Senin (19/10).
Upacara yang berlangsung pada Soma Wage Wara Dukut, Sasih Kelima tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian karya agung yang telah dipersiapkan sejak Mei lalu. Prosesi sakral ini dipuput oleh delapan Sulinggih sesuai dengan rangkaian upacara yang dilaksanakan.
Rangkaian karya agung tersebut dijadwalkan berakhir melalui upacara Penyineban pada Sabtu (24/10). Seluruh tahapan upacara menjadi wujud bhakti krama Desa Adat Akah dalam menjaga tradisi serta menjalankan kewajiban keagamaan.
Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati Klungkung mencerminkan dukungan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan kegiatan adat dan keagamaan. Sinergi antara pemerintah dan desa adat dinilai penting untuk memastikan tradisi Bali tetap terjaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Turut hadir mendampingi dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Kabupaten Klungkung Ny. Eva Satria, Ketua DPRD Klungkung, anggota DPRD Provinsi Bali, serta pimpinan instansi terkait.
Pada kesempatan itu, Bupati Satria menyerahkan dana punia secara simbolis sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran pelaksanaan yadnya. Dukungan tersebut sekaligus menjadi wujud perhatian pemerintah terhadap kegiatan keagamaan yang dilaksanakan masyarakat.
Bupati Satria menegaskan bahwa adat dan agama merupakan bagian mendasar dari identitas masyarakat Bali. Karena itu, pelestarian tradisi perlu terus diperkuat melalui kebersamaan dan hubungan yang harmonis antara pemerintah dengan masyarakat.
"Adat dan agama adalah akar identitas kita. Melalui sinergi spiritual antara pemerintah dan masyarakat, mari kita pererat persaudaraan, jaga kerukunan, serta kokohkan nilai Tri Hita Karana," ujarnya.
Menurutnya, nilai-nilai Tri Hita Karana menjadi landasan penting dalam menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan. Prinsip tersebut diharapkan terus hidup dalam pelaksanaan kegiatan adat maupun kehidupan sehari-hari.
Melalui dukungan terhadap karya agung di Desa Adat Akah, Pemerintah Kabupaten Klungkung berharap semangat gotong royong, kerukunan, dan pelestarian budaya Bali terus tumbuh di tengah masyarakat. (*/ap)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar