𝗕𝗕𝗠 𝗟𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮, 𝗔𝗸𝘁𝗶𝘃𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗣𝗲𝗱𝗮𝗴𝗮𝗻𝗴 𝗣𝗮𝘀𝗮𝗿 𝗚𝗮𝗹𝗶𝗿𝗮𝗻 𝗞𝗹𝘂𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴 𝗠𝗲𝗻𝘂𝗿𝘂𝗻 𝗧𝗮𝗷𝗮𝗺 - LENSA BALI

Hot


Jumat, 16 Oktober 2026

𝗕𝗕𝗠 𝗟𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮, 𝗔𝗸𝘁𝗶𝘃𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗣𝗲𝗱𝗮𝗴𝗮𝗻𝗴 𝗣𝗮𝘀𝗮𝗿 𝗚𝗮𝗹𝗶𝗿𝗮𝗻 𝗞𝗹𝘂𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴 𝗠𝗲𝗻𝘂𝗿𝘂𝗻 𝗧𝗮𝗷𝗮𝗺

BBM Langka, Aktivitas Pedagang Pasar Galiran Klungkung Menurun Tajam

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Aktivitas perdagangan di Pasar Galiran, Klungkung, mengalami penurunan selama periode hari raya. Sejumlah pedagang memilih tidak berjualan, sementara pendapatan retribusi lapak di pasar terbesar di Kabupaten Klungkung itu merosot tajam. Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) diduga turut memengaruhi kondisi tersebut.

Kepala UPTD Pengelolaan Pasar pada Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Klungkung, I Wayan Rasem, mengatakan penurunan aktivitas terlihat dari penerimaan retribusi pedagang di kawasan pelataran pasar.

Dalam kondisi normal, retribusi yang terkumpul mencapai sekitar Rp 9 juta per hari. Namun, penerimaan tersebut turun drastis hingga hanya Rp 2 juta pada Rabu (14/10/2026), bertepatan dengan puncak perayaan hari raya.

"Puncaknya kemarin, Rabu (14/10), yakni puncak perayaan, pendapatan menyentuh angka Rp 2 juta," ujar Rasem, Kamis (15/10/2026).

Menurut Rasem, penurunan aktivitas tidak hanya terjadi di Pasar Galiran, tetapi juga dirasakan di sejumlah kawasan pasar di Klungkung. Faktor hari raya menjadi penyebab paling dominan karena banyak pedagang memilih libur.

Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan kelangkaan BBM ikut berpengaruh. Kesulitan memperoleh bahan bakar diduga membuat sebagian pedagang enggan mengambil risiko untuk berangkat ke pasar dan menjalankan usaha.

"Tapi yang sudah pasti adalah karena hari raya. Sedangkan penyebab karena kelangkaan BBM ini masih kami dalami. Karena kebetulan jatuhnya di saat hari raya. Sehingga belum bisa kami pastikan juga," terang Rasem.

UPTD Pengelolaan Pasar masih melakukan pemantauan untuk mendapatkan data lengkap mengenai penurunan aktivitas pedagang selama periode libur hari raya. Data tersebut diperlukan untuk memastikan seberapa besar dampak yang terjadi setiap harinya.

"Untuk data hari ini masih dalam proses. Normalnya sehari kami dapat dari retribusi lapak pedagang yang dibayarkan Rp 3 ribu per lapak sekitar Rp 9 juta. Jadi penurunan sampai Rp 2 juta itu memang sangat besar," pungkasnya. (ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar