BADUNG, Lensabali.id - Ketersediaan LPG 3 kilogram (kg) di Kabupaten Badung, Bali, dikeluhkan warga karena pasokan seret sejak sekitar dua bulan terakhir. Kondisi tersebut membuat masyarakat kesulitan mendapatkan gas subsidi dan terpaksa membeli di tingkat pengecer dengan harga hingga Rp 25 ribu per tabung.
Kelangkaan juga dirasakan pedagang warung yang mengaku menerima pasokan lebih sedikit dan tidak lagi setiap hari. Kondisi ini diduga semakin berat akibat penggunaan LPG subsidi oleh sejumlah sektor usaha yang seharusnya menggunakan gas non-subsidi.
"Belakangan kalau gas habis, pasti bingung. Sudah pasti ribet dapatnya karena harus ke pangkalan atau ke SPBU. Sempat coba, tapi ngantre, nggak semua juga dapat, apalagi di warung jarang-jarang ada," ujar Eni Suastini, warga Kelurahan Abianbase, Kecamatan Mengwi, Kamis (17/9/2026).
Pedagang eceran di Banjar Bernasi, Desa Buduk, Martina (52), mengatakan distribusi LPG 3 kg mulai tidak lancar sejak dua bulan lalu. Jika sebelumnya pasokan diterima setiap hari, kini pengiriman hanya datang dua hari sekali dengan jumlah yang dibatasi.
"Memang langka sudah ada dua bulanan ini. Distribusi dari distributor tidak lancar, biasanya tiap hari dapat, sekarang dua hari sekali baru dapat dan jumlahnya dibatasi," kata Martina.
Terbatasnya pasokan membuat harga di tingkat pengecer ikut meningkat. Menurut Martina, harga sesuai ketentuan seharusnya Rp 18 ribu, tetapi gas terpaksa dijual Rp 25 ribu karena sulit diperoleh. Bahkan, harga pernah mencapai Rp 28 ribu per tabung.
"Harga standar harusnya Rp 18 ribu, tapi di pasaran saya jual rata-rata Rp 25 ribu. Warga terpaksa beli karena butuh, bahkan dulu pernah tembus sampai Rp 28 ribu per tabung saking sulitnya barang," tuturnya.
Pedagang lainnya, Made Rupawan, menduga kelangkaan turut dipengaruhi penggunaan LPG 3 kg oleh usaha seperti laundry dan warung makan. Selain itu, ia menilai pertumbuhan penduduk dan pelaku usaha baru di Badung belum sepenuhnya diimbangi kuota distribusi.
"Banyak usaha kayak laundry dan tempat makan ikut pakai gas kecil, padahal harusnya mereka pakai gas non-subsidi tabung besar. Kan jadinya kuota gas subsidi untuk masyarakat kecil dan pedagang warung makin tergerus," tegasnya.
Siapkan 6.720 Tabung Tambahan
Merespons kondisi tersebut, Pemkab Badung bersama PT Pertamina Patra Niaga Sales Area Bali menyalurkan tambahan LPG 3 kg sebanyak 6.720 tabung pada 14-25 September 2026. Penyaluran ekstra tersebut dilakukan di sejumlah titik yang mengalami kekurangan pasokan.
"Kami berkoordinasi langsung dengan Pertamina untuk menyalurkan 6.720 tabung gas melon tambahan demi mengamankan stok wilayah yang kekurangan. Penggelontoran ini dilakukan sebanyak 48 kali penyaluran ke 24 titik lokasi yang terindikasi mengalami kelangkaan," kata Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kabupaten Badung, Anak Agung Sagung Rosyawati.
Rosyawati mengatakan pasokan Pertamina ke agen sebenarnya berjalan normal dan tidak mengalami keterlambatan. Menurutnya, peningkatan konsumsi masyarakat sejak masa liburan menjadi salah satu faktor yang membuat ketersediaan LPG di tingkat lapangan menipis.
"Pasokan dari Pertamina ke agen sebenarnya berjalan normal dan stok dipastikan aman tanpa ada keterlambatan. Kelangkaan terjadi karena konsumsi masyarakat meningkat," ujarnya.
Ia juga menyoroti pembelian di pangkalan menggunakan KTP luar daerah. Kondisi tersebut disebut membuat sebagian warga yang terdaftar di pangkalan setempat tidak memperoleh jatah.
"Banyak warga ber-KTP luar daerah membeli gas di pangkalan setempat sehingga masyarakat yang terdaftar di sana malah tidak dapat jatah. Pihak Pertamina sudah berkeliling memantau stok di semua agen dan berusaha memenuhi kebutuhan lokasi yang kekurangan," tutur Rosyawati.
Untuk Badung, kuota LPG 3 kg secara keseluruhan disebut mencapai 30 juta ton atau setara 10 juta tabung per tahun. Pasokan tersebut disalurkan secara bertahap melalui PT Pertamina Patra Niaga Sales Area Bali.
"Kuota tahunan LPG tiga kilo untuk Kabupaten Badung mencapai 30 juta ton atau setara 10 juta tabung. Seluruh kuota ini didistribusikan bertahap oleh Pertamina Patra Niaga Sales Area Bali," ungkap Rosyawati.
Masyarakat diimbau membeli LPG 3 kg melalui pangkalan resmi dengan ketentuan satu KTP untuk satu tabung. Di sekitar 700 pangkalan resmi di Badung, harga ditetapkan sesuai HET Rp 18 ribu berdasarkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 63 Tahun 2022.
"Untuk harga resmi HET Rp 18 ribu, masyarakat bisa membeli di 700 pangkalan resmi Badung yang lokasinya dapat dicek melalui situs subsiditepatlpg.mypertamina.id/infolpg3kg," beber Rosyawati.
Pemkab Badung juga menyiapkan Operasi Pasar untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menekan lonjakan harga. Penyaluran tambahan dan penguatan pasokan harian di tingkat pangkalan akan terus dilakukan hingga kondisi distribusi kembali normal. (ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar