KLUNGKUNG, Lensabali.id – Pemerintah Kabupaten Klungkung terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian adat, tradisi, dan budaya yang hidup di tengah masyarakat. Salah satunya melalui dukungan terhadap pelaksanaan upacara Pitra Yadnya atau Ngaben Massal yang digelar secara gotong royong oleh krama adat.
Bupati Klungkung I Made Satria menyerahkan secara simbolis bantuan untuk pelaksanaan Pitra Yadnya kepada dua desa adat di Kecamatan Klungkung, Selasa (1/9). Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus memastikan tradisi keagamaan tetap berjalan dengan baik.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Satria didampingi Kabag Prokopim Tjokorda Gde Romy Tanaya. Bantuan diberikan melalui dua program dengan total nilai mencapai Rp165 juta.
Rinciannya, bantuan Program Swakelola Ngaben Massal sebesar Rp115 juta diserahkan kepada Banjar Adat Kawan, Desa Adat Jumpai. Sementara itu, Desa Adat Selisihan menerima bantuan upakara Pitra Yadnya sebesar Rp50 juta.
Penyerahan bantuan ini menjadi bagian dari perhatian Pemkab Klungkung terhadap kehidupan adat dan budaya masyarakat. Pemerintah daerah berupaya memastikan kegiatan keagamaan dan tradisi yang menjadi bagian penting dari kehidupan krama dapat terlaksana secara bersama-sama.
Bupati I Made Satria berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk mendukung kebutuhan pelaksanaan upacara. Menurutnya, kegiatan Ngaben Massal yang dilakukan secara gotong royong juga dapat membantu masyarakat dalam menjalankan kewajiban agama dengan lebih ringan.
Selain meringankan beban krama, pelaksanaan Pitra Yadnya secara massal juga memperkuat semangat kebersamaan di lingkungan masyarakat adat. Gotong royong yang tumbuh dalam setiap tahapan upacara menjadi bagian penting dalam menjaga hubungan sosial sekaligus mempererat rasa persaudaraan.
Dukungan terhadap kegiatan adat dan keagamaan juga menjadi salah satu bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Pemkab Klungkung terus mendorong agar nilai-nilai budaya dan tradisi leluhur tetap mendapat ruang untuk berkembang serta diwariskan kepada generasi berikutnya.
Melalui bantuan tersebut, pemerintah daerah berharap pelaksanaan karya Pitra Yadnya di Desa Adat Jumpai dan Desa Adat Selisihan dapat berlangsung lancar. Kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat diharapkan terus terjaga dalam setiap upaya melestarikan adat dan budaya.
Semangat gotong royong dalam pelaksanaan Ngaben Massal sekaligus menjadi pengingat bahwa pelestarian tradisi tidak hanya berkaitan dengan ritual keagamaan, tetapi juga menyangkut keberlanjutan nilai-nilai kebersamaan. Dengan dukungan semua pihak, nilai spiritual dan warisan leluhur di Bumi Serombotan diharapkan tetap lestari. (*/ap)

.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar