BADUNG, Lensabali.id - Polres Badung menyelidiki dugaan penipuan dengan modus hipnotis yang menyasar kasir toko sosis frozen di Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi, serta mengecek rekaman kamera CCTV untuk mengungkap identitas dua pelaku yang diduga warga negara asing (WNA).
"Anggota sudah mendatangi TKP, memeriksa saksi, dan mengecek rekaman CCTV di sekitar lokasi. Pelakunya dua orang diduga WNA, yang pria berjanggut memakai topi," kata Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, Kamis (10/9/2026).
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin malam (7/9/2026). Kasir toko, Ni Kadek Indah, didatangi seorang pria yang disebut membeli mayones seharga Rp5 ribu. Pria tersebut kemudian menunjukkan isi dompetnya dan meminta kasir membuka laci penyimpanan uang.
Dalam situasi toko yang sedang ramai, pria itu diduga mengalihkan perhatian kasir hingga uang Rp200 ribu di dalam laci hilang. Uang tersebut baru diketahui raib ketika pegawai hendak menutup toko pada malam hari.
"Dari rekaman CCTV, pelaku kelihatan menuntun kasir untuk menyerahkan uang dari laci kasir. Situasi toko sedang ramai," ujar Ayu Inastuti.
Sebelumnya, Indah mengaku seperti kehilangan kesadaran ketika berhadapan dengan pria tersebut. Pelaku disebut datang bersama seorang perempuan dan berpura-pura ingin mengetahui bentuk pecahan uang Rp100 ribu sebelum meminta melihat uang yang berada di laci kasir.
Polisi kini terus mendalami rekaman CCTV dan bukti digital lainnya untuk mengidentifikasi serta melacak keberadaan kedua orang yang diduga terlibat. Keterangan saksi juga masih dikumpulkan sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Ayu mengimbau pemilik usaha maupun masyarakat di Badung agar lebih berhati-hati menghadapi orang yang melakukan transaksi atau penukaran uang dengan cara mencurigakan. Kewaspadaan diperlukan untuk mencegah modus serupa kembali terjadi.
"Ya memang, video kejadian itu disebarkan ke media sosial sebagai bentuk peringatan dini bagi warga," tutur Ayu Inastuti.
Polisi berharap penyebaran rekaman tersebut dapat menjadi peringatan bagi pelaku usaha dan masyarakat agar tidak mudah mengikuti permintaan orang asing yang berpotensi mengarah pada penipuan, terutama ketika transaksi berlangsung dalam kondisi toko ramai.
Hingga kini, polisi masih memburu kedua orang yang diduga WNA tersebut. Identitas dan keberadaan mereka masih dalam proses pendalaman berdasarkan keterangan saksi, rekaman CCTV, serta bukti digital yang telah dikumpulkan. (ap)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar