𝗛𝗮𝗱𝗶𝗿𝗶 𝗞𝗮𝗿𝘆𝗮 𝗱𝗶 𝗣𝘂𝗿𝗮 𝗗𝗲𝘀𝗮 𝗹𝗮𝗻 𝗣𝘂𝘀𝗲𝗵 𝗗𝗲𝗹𝗼𝗱𝗯𝗿𝗮𝘄𝗮𝗵, 𝗪𝗮𝗴𝘂𝗯 𝗚𝗶𝗿𝗶 𝗣𝗿𝗮𝘀𝘁𝗮: 𝗔𝗱𝗮𝘁 𝗱𝗮𝗻 𝗕𝘂𝗱𝗮𝘆𝗮 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗛𝗮𝗿𝘂𝘀 𝗠𝗲𝗻𝗷𝗮𝗱𝗶 𝗟𝗮𝗻𝗱𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗚𝗲𝗻𝗲𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗣𝗲𝗻𝗲𝗿𝘂𝘀 - LENSA BALI

Hot


Jumat, 14 Agustus 2026

𝗛𝗮𝗱𝗶𝗿𝗶 𝗞𝗮𝗿𝘆𝗮 𝗱𝗶 𝗣𝘂𝗿𝗮 𝗗𝗲𝘀𝗮 𝗹𝗮𝗻 𝗣𝘂𝘀𝗲𝗵 𝗗𝗲𝗹𝗼𝗱𝗯𝗿𝗮𝘄𝗮𝗵, 𝗪𝗮𝗴𝘂𝗯 𝗚𝗶𝗿𝗶 𝗣𝗿𝗮𝘀𝘁𝗮: 𝗔𝗱𝗮𝘁 𝗱𝗮𝗻 𝗕𝘂𝗱𝗮𝘆𝗮 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗛𝗮𝗿𝘂𝘀 𝗠𝗲𝗻𝗷𝗮𝗱𝗶 𝗟𝗮𝗻𝗱𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗚𝗲𝗻𝗲𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗣𝗲𝗻𝗲𝗿𝘂𝘀

Hadiri Karya di Pura Desa lan Puseh Delodbrawah, Wagub Giri Prasta Adat dan Budaya Bali Harus Menjadi Landasan Generasi Penerus

JEMBRANA, Lensabali.id – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta mengajak krama Desa Adat Delodbrawah, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, untuk terus menjaga persatuan dalam menjalankan swadharma agama serta mempertahankan adat dan budaya Bali.

Pesan tersebut disampaikan Wagub Giri Prasta saat menghadiri Karya Mamungkah Ngenteg Linggih lan Ngusaba Desa Padudusan Agung Menawa Ratna lan Tawur Manca Rupa Wrespati Kalpa di Pura Desa lan Pura Puseh Desa Adat Delodbrawah, Kamis (13/8/2026).

Dalam kesempatan itu, Wagub Giri Prasta turut mendoakan agar seluruh rangkaian karya berjalan lancar dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Ia berharap krama tetap kompak dalam menjalankan berbagai kewajiban adat.

“Titiang merasa bangga atas terlaksananya karya ini. Semoga krama Desa Adat Delodbrawah senantiasa sagilik saguluk, salunglung sabayantaka, gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerta raharja,” ujar Wagub Giri Prasta.

Kehadiran Wagub Giri Prasta didampingi Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan dan Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna. Dalam kunjungan tersebut, ia juga menghaturkan punia sebesar Rp25 juta yang diterima Manggala Prawartaka Karya I Ketut Narya.

Selain itu, bantuan diberikan kepada sekaa gamelan jegog sebesar Rp5 juta serta masing-masing Rp500 ribu kepada para penari yang terlibat dalam rangkaian karya.

Menurut Wagub Giri Prasta, pelaksanaan upacara merupakan bentuk bhakti krama kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang berstana di Pura Desa lan Pura Puseh. Karena itu, nilai-nilai baik dalam pelaksanaan adat harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Hadiri Karya di Pura Desa lan Puseh Delodbrawah, Wagub Giri Prasta Adat dan Budaya Bali Harus Menjadi Landasan Generasi Penerus

“Jadi, apa yang sudah baik ini agar terus dilestarikan supaya generasi penerus kita, oka-oka atau anak-anak, alit-alit, hingga cucu, menjadikannya sebagai landasan dalam menjalankan swadharma di desa adat agar berjalan dengan baik,” jelasnya.

Sementara itu, Manggala Prawartaka Karya I Ketut Narya menjelaskan, rangkaian upacara telah dimulai sejak 31 Juli 2026. Puncak karya berlangsung pada 11 Agustus, sedangkan seluruh rangkaian dijadwalkan berakhir pada 15 Agustus 2026.

“Karya ini kami selenggarakan dengan tujuan menstanakan Ida Sang Hyang Widhi Wasa di Pura Desa lan Pura Puseh sekaligus sebagai pengikat keharmonisan alam beserta isinya secara niskala dan sekala di desa adat, dengan doa agar seluruh krama dianugerahi keamanan dan kesejahteraan,” ujarnya.

Ia pun mengapresiasi kehadiran Wagub Giri Prasta yang dinilai menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan adat dan budaya Bali.

“Kedatangan Bapak Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta pada upacara ini merupakan kehormatan bagi kami semua. Kehadiran ini merupakan bentuk kepedulian nyata Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Jembrana terhadap kelestarian adat dan budaya Bali yang telah menjadi jati diri desa adat,” katanya. (hms/ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar