DENPASAR, Lensabali.id - Seorang pengemudi ojek online (ojol) berinisial RRM ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di wilayah Denpasar. Penemuan jenazah bermula dari kecurigaan tetangga kamar yang tidak melihat aktivitas korban sepanjang hari dan gagal menghubunginya.
Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanitreskrim) Polsek Denpasar Selatan, Iptu Azel Arisandi, menjelaskan bahwa tetangga korban berinisial DAR mulai merasa ada yang tidak biasa karena RRM tidak dapat dihubungi melalui telepon maupun aplikasi pesan.
"Saksi (DAR) berusaha menghubungi korban lewat telepon dan chat WhatsApp namun tidak aktif," ujar Azel dalam keterangannya, Minggu (12/7/2026).
Karena tidak mendapatkan respons hingga malam hari, DAR mencoba memeriksa kondisi korban melalui celah jendela kamar. Dari luar, ia melihat RRM terbaring di atas kasur tanpa menunjukkan tanda-tanda aktivitas.
DAR kemudian menghubungi pemilik kos berinisial HS untuk melakukan pengecekan lebih lanjut. Karena pintu kamar terkunci dari dalam, keduanya memutuskan membongkar bagian jendela agar dapat masuk ke dalam kamar.
"Setelah berhasil membongkar jendela dan membuka kamar korban, terlihat korban sudah dalam kondisi meninggal dunia di atas kasur dalam keadaan telanjang," terang Azel.
Dalam pemeriksaan awal, DAR mengaku terakhir kali bertemu dengan korban pada Jumat (10/7/2026) malam. Saat itu, RRM baru pulang bekerja dan sempat bertegur sapa dengannya. Korban juga diketahui pernah mengeluhkan kondisi tubuh yang kurang sehat sekitar sepekan sebelum ditemukan meninggal.
Menurut keterangan saksi, saat ditawari untuk dibelikan makanan, korban menjawab sambil bercanda. "Korban menjawab sambil bercanda bahwa mau nitip pizza sambil naik ke kamar kosnya di lantai tiga," kata Azel.
Tim identifikasi yang melakukan pemeriksaan di lokasi menemukan tanda lebam mayat pada tubuh korban. Meski demikian, tidak ditemukan indikasi kekerasan akibat benda tajam maupun benda tumpul.
Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian RRM. Jenazah pengemudi ojol asal Garut, Jawa Barat, itu telah dievakuasi ke RSUP Prof Ngoerah Denpasar guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. (ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar