𝗗𝗶𝗱𝘂𝗴𝗮 𝗧𝗲𝗿𝗱𝗲𝘀𝗮𝗸 𝗘𝗸𝗼𝗻𝗼𝗺𝗶, 𝗣𝗲𝗺𝘂𝗱𝗮 𝗚𝗶𝗮𝗻𝘆𝗮𝗿 𝗡𝗲𝗸𝗮𝘁 𝗖𝘂𝗿𝗶 𝗦𝗲𝘀𝗮𝗿𝗶 𝗱𝗶 𝗣𝘂𝗿𝗮 𝗧𝗮𝗯𝗮𝗻𝗮𝗻 - LENSA BALI

Hot


Selasa, 14 Juli 2026

𝗗𝗶𝗱𝘂𝗴𝗮 𝗧𝗲𝗿𝗱𝗲𝘀𝗮𝗸 𝗘𝗸𝗼𝗻𝗼𝗺𝗶, 𝗣𝗲𝗺𝘂𝗱𝗮 𝗚𝗶𝗮𝗻𝘆𝗮𝗿 𝗡𝗲𝗸𝗮𝘁 𝗖𝘂𝗿𝗶 𝗦𝗲𝘀𝗮𝗿𝗶 𝗱𝗶 𝗣𝘂𝗿𝗮 𝗧𝗮𝗯𝗮𝗻𝗮𝗻

Diduga Terdesak Ekonomi, Pemuda Gianyar Nekat Curi Sesari di Pura Tabanan

TABANAN, Lensabali.id - Seorang pemuda asal Gianyar berinisial IKAMP harus berurusan dengan aparat kepolisian setelah diduga mencuri uang sesari di Pura Gede Penataran, Kecamatan Kediri, Tabanan. Aksinya yang terekam kamera pengawas berakhir dengan penangkapan oleh warga dan amukan massa yang menyebabkan dirinya mengalami luka-luka.

Kapolsek Kediri Kompol I Putu Budiawan menjelaskan, peristiwa itu bermula ketika IKAMP melintas di depan pura menggunakan sepeda motor Honda PCX. Melihat situasi di sekitar pura dalam keadaan sepi, pelaku kemudian memarkir kendaraannya dan masuk ke area pura dengan memanjat tembok pembatas.

"Sesampainya di dalam pura, pelaku menemukan bejana berisi uang sesari berupa pecahan Rp 1.000 dan Rp 2.000. Uang tersebut kemudian diambil dan dimasukkan ke dalam dompet miliknya," ujar Budiawan.

Namun, aksi tersebut tidak berlangsung lama. Rekaman CCTV yang terpasang di kawasan pura segera mengungkap gerak-gerik pelaku. Informasi itu dengan cepat menyebar setelah kulkul dibunyikan sebagai tanda darurat, sehingga warga dan para pengempon pura berdatangan ke lokasi.

Pelaku akhirnya berhasil diamankan saat masih berada di lingkungan pura. Di hadapan warga, IKAMP mengakui telah mengambil uang sesari. Pengakuan tersebut memicu kemarahan warga hingga pelaku menjadi sasaran pemukulan. Tak hanya itu, sepeda motor yang digunakannya juga dirusak oleh massa.

Beruntung, personel Polsek Kediri yang sedang melaksanakan patroli barcode bersama petugas piket dan dipimpin perwira pengawas melintas di sekitar lokasi. Polisi segera mengamankan pelaku dari amukan warga dan membawanya ke Mapolsek Kediri untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa satu lembar uang pecahan Rp 2.000 dan sepuluh lembar pecahan Rp 1.000 yang diduga merupakan uang sesari hasil pencurian. Kendaraan milik pelaku yang mengalami kerusakan juga turut diamankan.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pelaku melakukan aksi tersebut dengan modus memanjat tembok pembatas pura untuk masuk ke dalam area suci. Sementara motif sementara diduga karena faktor ekonomi," terang Budiawan.

Saat ini, penyidik masih mendalami kasus tersebut dengan meminta keterangan sejumlah saksi. Polisi juga menunggu hasil koordinasi dari pengempon Pura Gede Penataran untuk menentukan langkah lanjutan dalam penyelesaian perkara tersebut. (ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar