BADUNG, Lensabali.id – Ketua DPRD Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti melepas sekaligus memberikan motivasi kepada kontingen Jantra Tradisi Bali Kabupaten Badung yang akan berlaga pada Jantra Tradisi Bali Tingkat Provinsi Bali 2026. Kegiatan pelepasan berlangsung di Sekretariat DPRD Badung, Selasa (30/6), dalam suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan.
Pada kesempatan tersebut, Anom Gumanti menyampaikan dukungan kepada seluruh atlet yang akan mewakili Kabupaten Badung di berbagai cabang olahraga tradisional Bali. Menurutnya, keikutsertaan para peserta tidak hanya membawa nama daerah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya melestarikan warisan budaya Bali agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Ia menegaskan bahwa Jantra Tradisi Bali memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar kompetisi. Ajang ini dinilai menjadi ruang untuk memperkuat jati diri budaya sekaligus menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda.
"Jantra Tradisi Bali bukan sekadar ajang perlombaan. Ini adalah ruang untuk menjaga identitas budaya, menumbuhkan rasa bangga terhadap tradisi leluhur, serta memperkuat karakter generasi muda melalui nilai-nilai sportivitas, kebersamaan, dan gotong royong," ujar Anom Gumanti.
Pada pelaksanaan tahun ini, Kabupaten Badung mengirimkan 30 peserta. Sebanyak 18 atlet dijadwalkan bertanding pada 2 Juli 2026, sedangkan 12 peserta lainnya akan turun bertanding pada 3 Juli 2026. Mereka akan mengikuti sejumlah cabang olahraga tradisional, di antaranya tajog (egrang), terompah panjang, deduplak atau lari batok kelapa, serta megala-gala (hadang) untuk kategori putra dan putri.
Anom Gumanti berharap seluruh peserta mampu memberikan penampilan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas dan menjaga kekompakan sebagai satu tim.
"Kami percaya anak-anak Badung memiliki potensi dan kemampuan yang luar biasa. Bertandinglah dengan penuh percaya diri, jaga kekompakan, dan tunjukkan bahwa olahraga tradisional Bali tetap hidup dan dicintai generasi muda. Raihan prestasi tentu penting, tetapi yang lebih utama adalah menjaga semangat melestarikan budaya Bali," katanya.
Politisi PDI Perjuangan asal Kuta tersebut menambahkan, olahraga tradisional memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda sekaligus menjadi media pewarisan nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Karena itu, sinergi pemerintah dan masyarakat diperlukan agar budaya Bali terus lestari melalui keterlibatan generasi muda. (*/ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar