DENPASAR, Lensabali.id – Teknologi pelacak AirTag membantu seorang perempuan menemukan kembali helm miliknya yang hilang di kawasan Pantai Mertasari, Sanur Kauh, Denpasar Selatan. Tak disangka, pelacakan tersebut justru mengarahkan polisi ke sebuah kamar kos yang menyimpan puluhan helm berbagai jenis.
Kasus kehilangan helm tersebut sempat ramai diperbincangkan di media sosial. Setelah korban melapor, polisi bersama korban kemudian melakukan penelusuran berdasarkan sinyal AirTag yang terpasang pada helm.
Titik lokasi pelacak mengarah ke sebuah kamar kos di kawasan Monang-Maning, Denpasar Barat. Saat dilakukan pengecekan, petugas menemukan puluhan helm yang tersusun di dalam kamar kos milik pria berinisial PJ (43), asal Madura, Jawa Timur.
Namun, hingga saat ini keberadaan penghuni kamar kos tersebut belum diketahui. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap dugaan keterkaitan pemilik kamar dengan temuan puluhan helm tersebut.
"Masih diselidiki lebih lanjut kasusnya, setelah Polsek Denpasar Selatan menerima laporan kehilangan dan korban memasang airtag di helmnya," ujar Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, Rabu (10/06/2026).
Peristiwa bermula ketika korban berinisial MJN (25), perempuan asal Sumatera Utara, hendak pulang usai menghadiri konser musik pada Sabtu (06/06/2026) malam. Saat menuju lokasi parkir di Jalan Pantai Mertasari, korban mendapati helm miliknya sudah tidak berada di tempat.
Helm senilai Rp 300 ribu serta perangkat AirTag Apple seharga Rp 450 ribu ikut hilang. Awalnya korban menduga alat pelacak tersebut mengalami gangguan karena lokasi yang muncul terus berpindah.
Namun setelah dilakukan pengecekan ulang, sinyal AirTag menunjukkan posisi helm berada di wilayah Denpasar Barat. Korban kemudian melapor ke polisi dan bersama petugas Polsek Denpasar Selatan melakukan pelacakan hingga menemukan titik lokasi.
Dari hasil pengecekan, polisi tidak hanya menemukan helm milik korban, tetapi juga sejumlah helm lain yang masih didalami asal-usulnya.
"Sementara yang diamankan helm korban sesuai laporan, sisanya masih proses penyidikan," imbuh Gede Adi Saputra. (ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar