DENPASAR, Lensabali.id – Klinik Sudirman Medical Centre (SMC) Denpasar resmi memperkenalkan Exomind Transcranial Magnetic Stimulation (Exo-TMS), sebuah teknologi neuromodulasi yang dirancang untuk mendukung kesehatan otak, menjaga keseimbangan mental, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tengah dinamika kehidupan modern.
Konsultan Psikiater SMC Denpasar, I Gusti Rai Putra Wiguna, menjelaskan bahwa teknologi tersebut berpotensi membantu menangani berbagai persoalan kesehatan mental, termasuk kecanduan judi online yang belakangan semakin banyak ditemukan.
"Jadi Rapid Transcranial Magnetic Stimulation ada metaanalisisnya. Ternyata, ketika digunakan dengan protokol tertentu, itu bisa mengurangi craving terhadap judi online," ujar Wiguna dalam konferensi pers di Klinik SMC Denpasar, Minggu (07/06/2026).
Menurutnya, stimulasi yang dihasilkan Exomind dapat membantu mengurangi dorongan untuk terus bermain gim atau melakukan aktivitas adiktif lainnya. Selain itu, terapi tersebut juga dinilai mampu meningkatkan stabilitas suasana hati dan menekan perilaku impulsif.
Meski demikian, hasil terapi tidak diperoleh secara instan. Wiguna menjelaskan pasien umumnya memerlukan sekitar 20 hingga 30 kali sesi terapi untuk memperoleh manfaat yang optimal.
"Kebetulan saat ini kami sedang melakukannya terapi ini untuk dua orang dengan kondisi kecanduan judi online," ungkapnya.
Ia menilai kecanduan judi online merupakan salah satu bentuk gangguan kesehatan mental yang kompleks dan membutuhkan pendekatan penanganan yang serius.
"Bahkan, bagi saya sebagai klinisi, itu lebih sulit menterapis kecanduan judol daripada misalnya kecanduan narkoba," katanya.
Selain untuk kasus kecanduan, Exomind juga digunakan untuk membantu individu yang mengalami burnout akibat pekerjaan, gangguan kecemasan, hingga kesulitan tidur yang berkepanjangan.
Penanggung Jawab Klinik SMC Denpasar, Ni Putu Ayu Saraswati Apsari, mengatakan kehadiran Exomind memberikan pilihan baru bagi masyarakat yang ingin menjaga kesehatan mental di tengah aktivitas dan mobilitas yang semakin tinggi.
"Untuk dapat kayak reset kembali kesehatan pikiran dan mental kita. Bukan berarti kita sakit, tetapi kayak mereset lebih memperhatikan lagi kesehatan mental dan pikiran kita," ujar Ayu.(ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar