BADUNG, Lensabali.id - Peringatan Hari Ulang Tahun ke-22 Baladika Bali di Pusat Latihan PSPS Bakti Negara, Sading, Mengwi, Selasa (5/5), berlangsung dengan nuansa reflektif yang dipadukan dengan berbagai aksi sosial dan penguatan arah organisasi ke depan.
Momentum ini tidak sekadar menjadi ajang perayaan, tetapi juga ruang konsolidasi untuk mempertegas peran organisasi kemasyarakatan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
Ketua Panitia HUT, Komang Merta Jiwa, menegaskan bahwa peringatan tersebut menjadi sarana memperkuat jati diri organisasi sekaligus mempererat kebersamaan antaranggota.
“Perayaan ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk menata langkah ke depan, mempererat kebersamaan, serta memperkuat nilai-nilai perjuangan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya organisasi sebagai ruang pembentukan karakter dan tanggung jawab sosial, terutama dalam menjaga nilai adat dan budaya Bali di tengah tantangan zaman.
“Kita harus menjadi garda terdepan dalam menjaga dan merawat nilai-nilai tersebut,” tegasnya.
Semangat tersebut diwujudkan melalui sejumlah kegiatan sosial, mulai dari bantuan bagi penyandang disabilitas, distribusi tong komposter dan kantong komposter kepada warga, hingga donor darah yang berhasil menghimpun ratusan kantong darah bekerja sama dengan PMI Bali.
Ketua Umum DPD Baladika Bali, I Bagus Alit Sucipta, menyebut usia organisasi yang telah memasuki 22 tahun sebagai fase kematangan yang harus diisi dengan kontribusi nyata kepada masyarakat.
“Ini momentum memperkuat soliditas dan memastikan kita benar-benar hadir memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Aliansi Bali Angunggah Shanti, AA Ketut Suma Widana, menegaskan pentingnya menjaga citra organisasi melalui tindakan konkret. “Jawab stigma dengan aksi,” ujarnya.
Penegasan kuat juga datang dari Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, yang menilai organisasi kemasyarakatan harus menjadi penjaga stabilitas sosial dan kedamaian di Bali.
“Ini bukan sekadar seremoni. Ini momentum untuk memperkuat organisasi, mengevaluasi program, isu strategis yang ada di masyarakat, dan memastikan kita benar-benar hadir untuk masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, masyarakat akan lebih mengingat tindakan nyata dibanding sekadar ucapan. “Yang dikenang masyarakat bukan apa yang kita ucapkan, tetapi apa yang kita lakukan,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya persatuan dan pembinaan kader yang berintegritas agar organisasi mampu menjadi kekuatan sosial yang bermartabat dan relevan menghadapi tantangan ke depan. (hms/ap)

.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar