𝗧𝗢𝗦𝗦 𝗚𝗲𝗹𝗴𝗲𝗹 𝗧𝗲𝗿𝗽𝗮𝗸𝘀𝗮 𝗕𝗮𝗸𝗮𝗿 𝗦𝗮𝗺𝗽𝗮𝗵 𝗥𝗲𝘀𝗶𝗱𝘂 𝗱𝗲𝗺𝗶 𝗧𝗲𝗸𝗮𝗻 𝗕𝗮𝘂 𝗠𝗲𝗻𝘆𝗲𝗻𝗴𝗮𝘁 - LENSA BALI

Hot


Kamis, 07 Mei 2026

𝗧𝗢𝗦𝗦 𝗚𝗲𝗹𝗴𝗲𝗹 𝗧𝗲𝗿𝗽𝗮𝗸𝘀𝗮 𝗕𝗮𝗸𝗮𝗿 𝗦𝗮𝗺𝗽𝗮𝗵 𝗥𝗲𝘀𝗶𝗱𝘂 𝗱𝗲𝗺𝗶 𝗧𝗲𝗸𝗮𝗻 𝗕𝗮𝘂 𝗠𝗲𝗻𝘆𝗲𝗻𝗴𝗮𝘁

TOSS Gelgel Terpaksa Bakar Sampah Residu demi Tekan Bau Menyengat

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Berseri Desa Kampung Gelgel, Klungkung, Bali, mengambil langkah darurat dengan membakar sampah residu yang menumpuk di area pengolahan. Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi bau menyengat yang dikhawatirkan mengganggu masyarakat sekitar.

Ketua TOSS Berseri Kampung Gelgel, Hermawan, mengatakan kondisi itu terjadi setelah pengiriman residu ke TOSS Center Karangdadi dihentikan sejak Maret 2026.

“Kalau tidak kami bakar, baunya akan lebih mengganggu masyarakat yang lewat. Jadinya terpaksa kami bakar sedikit-sedikit seperti ini,” ujar Hermawan saat ditemui, Kamis (07/05/2026).

Pantauan di lokasi menunjukkan area TOSS berada di pinggir jalan kabupaten menuju Bypass IB Mantra. Seorang petugas tampak membakar residu secara bertahap agar asap tidak terlalu pekat dan tidak meluas ke jalan raya.

Hermawan menjelaskan, residu yang dibakar merupakan hasil pengolahan sampah selama sekitar tiga hari terakhir. Volume sampah disebut meningkat akibat hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir.

“Biasanya tidak sebanyak ini. Namun karena hujan beberapa hari terakhir, residu jadi menumpuk lebih banyak,” jelasnya.

Sebelumnya, TOSS Berseri dijadwalkan membuang residu dua kali dalam sepekan setelah penutupan TPA Sente. Dengan kapasitas pengolahan sekitar 500 kilogram sampah per hari, kondisi tersebut awalnya masih dapat ditangani.

Namun kini, pengelola menghadapi situasi sulit. Jika dibiarkan, tumpukan residu memunculkan bau menyengat. Sebaliknya, pembakaran juga berpotensi menimbulkan asap yang mengganggu lingkungan.

“Kami lakukan pengawasan ketat agar asap tidak terlalu besar dan pembakarannya bertahap,” tambah Hermawan.

Perbekel Desa Kampung Gelgel, Sahidin, mengakui persoalan residu juga dialami sejumlah desa lain sejak TOSS Center Karangdadi tidak lagi beroperasi.

“Seperti desa-desa lainnya, kami terpaksa membakar residu karena belum ada solusi pembuangan,” katanya.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Klungkung segera menghadirkan solusi permanen agar operasional pengolahan sampah di desa dapat kembali berjalan normal.

Saat ini, Pemkab Klungkung melalui DLHP disebut tengah bekerja sama dengan perusahaan asal Selandia Baru yang mendatangkan mesin pirolisis berkapasitas delapan ton per jam. Mesin tersebut ditargetkan mulai beroperasi dalam waktu dekat. (ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar