𝗞𝗲𝘁𝘂𝗮 𝗗𝗣𝗥𝗗 𝗕𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴 𝗱𝗮𝗻 𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗕𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴 𝗣𝗶𝗺𝗽𝗶𝗻 𝗕𝗵𝗮𝗸𝘁𝗶 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻𝘆𝗮𝗿𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗣𝘂𝗿𝗮 𝗔𝗴𝘂𝗻𝗴 𝗕𝗲𝘀𝗮𝗸𝗶𝗵 - LENSA BALI

Hot


Rabu, 08 April 2026

𝗞𝗲𝘁𝘂𝗮 𝗗𝗣𝗥𝗗 𝗕𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴 𝗱𝗮𝗻 𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗕𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴 𝗣𝗶𝗺𝗽𝗶𝗻 𝗕𝗵𝗮𝗸𝘁𝗶 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻𝘆𝗮𝗿𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗣𝘂𝗿𝗮 𝗔𝗴𝘂𝗻𝗴 𝗕𝗲𝘀𝗮𝗸𝗶𝗵

Ketua DPRD Badung dan Bupati Badung Pimpin Bhakti Penganyaran di Pura Agung Besakih

KARANGASEM, Lensabali.id - Pemerintah Kabupaten Badung melaksanakan Bhakti Penganyaran di Pura Agung Besakih, Selasa (7/4/2026), sebagai bagian dari rangkaian Karya Tawur Tabuh Gentuh lan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh.

Kegiatan persembahyangan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, didampingi Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti bersama jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Badung.

Turut hadir dalam rombongan Sekretaris Daerah Badung I.B. Surya Suamba, Sekretaris DPRD Badung I Gde Surya Kurniawan, serta Ketua Gatriwara Kabupaten Badung Ny. Gusti Ayu Nyoman Trisna Anom Gumanti beserta anggota.

Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti menyampaikan bahwa Bhakti Penganyaran merupakan wujud nyata sraddha bhakti sekaligus bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga dan melestarikan adat, agama, serta budaya Bali.

“Bhakti Penganyaran ini adalah bentuk pengabdian dan ketulusan kita dalam memohon keselamatan, kerahayuan, serta kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Bali,” ungkapnya.

Ia menegaskan kegiatan ini tidak hanya memiliki makna spiritual, tetapi juga menjadi momentum mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

Menurutnya, nilai-nilai Tri Hita Karana menjadi landasan penting dalam menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, serta manusia dengan lingkungan.

Kehadiran jajaran Pemerintah Kabupaten Badung dalam upacara ini juga menjadi simbol dukungan terhadap keberlanjutan tradisi dan budaya Bali.

Di tengah dinamika pembangunan yang terus berkembang, nilai-nilai spiritual tetap menjadi fondasi penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

“Melalui Bhakti Penganyaran di Pura Agung Besakih, Pemerintah Kabupaten Badung menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga menyentuh dimensi spiritual dan budaya,” imbuhnya. (*/ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar