KLUNGKUNG, Lensabali.id – Sebuah rumah milik warga di Banjar Sengguan, Semarapura Kangin, Klungkung, hangus dilalap api pada Rabu (1/4/2026) dini hari sekitar pukul 04.30 Wita. Kebakaran tersebut diduga dipicu korsleting listrik di area dapur yang kemudian dengan cepat merembet ke beberapa ruangan lainnya.
Rumah tersebut diketahui milik I Wayan Sukanta Kartika. Saat peristiwa terjadi, Sukanta sedang berada di banjar yang letaknya tidak jauh dari rumah untuk mempersiapkan kegiatan purnama.
Ia menuturkan sekitar pukul 04.00 Wita dirinya telah meninggalkan rumah menuju banjar. Sementara itu, di rumah masih ada anggota keluarganya.
“Saat itu di rumah ada istri, anak lelaki saya bersama dua anaknya di rumah,” ujar Sukanta saat ditemui di lokasi kejadian, Kamis (2/4/2026).
Kebakaran yang terjadi pada dini hari tersebut dengan cepat melahap hampir seluruh bagian rumah, termasuk perabotan yang ada di dalamnya. Sukanta mengaku tidak sempat menyelamatkan barang-barang miliknya.
Ia memperkirakan total kerugian akibat peristiwa tersebut mencapai ratusan juta rupiah.
“Ada Rp 400 juta sampai Rp 500 juta. Semua habis. Tidak ada yang sempat kami selamatkan,” ungkapnya.
Sementara itu, Komang Yogi, putra Sukanta, mengaku sedang tertidur ketika kebakaran mulai terjadi. Ia awalnya mendengar suara percikan yang dikira berasal dari aktivitas di banjar.
Namun tak lama kemudian, ia menyadari suara tersebut berasal dari dalam rumah dan melihat api sudah membesar.
“Saya terkejut dan langsung mengeluarkan anak dan ibu saya yang sedang sakit,” kata Yogi.
Menurutnya, api kemungkinan berasal dari korsleting listrik yang kemudian membesar karena adanya tabung gas LPG di dapur.
“Kemungkinan kalau tidak sama tabung gas, mungkin tidak sebesar ini,” tambahnya.
Kasi Pemadaman dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkarmat Klungkung, I Gede Erwan Supriantana, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 05.10 Wita.
Setelah menerima laporan tersebut, petugas segera mengerahkan tiga armada pemadam kebakaran ke lokasi.
“Kami langsung menurunkan tiga armada, dua armada dengan kapasitas 4 ribu liter dan satu armada dengan kapasitas 6 ribu liter. Ada 10 anggota yang turun ditambah Danton,” jelasnya.
Berkat penanganan cepat, api berhasil dipadamkan sebelum merembet ke rumah lain di sekitarnya yang berada dalam kondisi berhimpitan.
“Sekitar pukul 06.30 Wita sudah pendinginan,” ujarnya.
Erwan juga mengingatkan masyarakat agar lebih sigap dalam menghadapi situasi kebakaran di lingkungan sekitar.
Ia menilai partisipasi warga sangat penting untuk melakukan penanganan awal sebelum petugas pemadam tiba di lokasi.
“Kita berkomitmen selalu siap dan sigap. Tapi juga perlu dukungan masyarakat untuk bergotong royong,” tuturnya. (ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar