BULELENG, Lensabali.id – Tanah longsor menerjang kawasan Banjar Dinas Pererenan Bunut, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng, setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras pada Rabu (8/4/2026) sore. Material longsor menutup total akses jalan warga sehingga puluhan kepala keluarga (KK) sempat terisolasi.
Selain menghambat aktivitas masyarakat, longsor juga berdampak pada kegiatan belajar siswa. Jalur menuju sekolah tertutup material tanah sehingga sejumlah pelajar tidak dapat berangkat ke sekolah.
Perbekel Desa Gitgit, Putu Arcana, mengatakan longsor terjadi sekitar pukul 16.00 Wita di lahan perkebunan milik warga dengan kondisi kemiringan yang cukup curam.
"Kemiringan lahan di sini di atas 45 derajat. Luasnya sekitar 30 are, dengan panjang longsoran mencapai 70 meter," ujar Arcana, Kamis (9/4/2026).
Ia menjelaskan longsoran tersebut menutup akses jalan kelompok tani di Tempekan Yeh Muncrat yang selama ini menjadi jalur utama keluar masuk warga.
Akibatnya, satu tempekan warga tidak memiliki akses jalan untuk sementara waktu.
"Jalan tertutup total. Siswa tidak bisa lewat, hari ini mereka tidak bisa sekolah," imbuhnya.
Warga sempat berupaya membersihkan material longsor secara gotong royong pada hari pertama kejadian.
Namun kegiatan tersebut terpaksa dihentikan sementara karena hujan masih turun dan dikhawatirkan terjadi longsor susulan.
"Karena hujan masih turun, kami hentikan kemarin. Takut ada susulan. Tadi pagi baru dilanjutkan lagi," kata Arcana.
Hingga Kamis (9/4/2026) siang, proses pembersihan material longsor diperkirakan baru mencapai sekitar 60 persen. (ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar