BANGLI, Lensabali.id – Pelaksanaan Karya Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur, Desa Kintamani, berlangsung aman dan tertib dengan dukungan pengamanan terpadu dari berbagai unsur.
Sebanyak 160 pecalang dikerahkan untuk mengawal jalannya upacara yang digelar mulai 2 hingga 12 April 2026.
Kelihan Pecalang Desa Adat Batur, Nengah Wintra, menjelaskan bahwa pengamanan tidak hanya melibatkan pecalang setempat, tetapi juga didukung oleh aparat dari berbagai instansi.
“Pengamanan ini merupakan tanggung jawab bersama. Seluruh pihak bersinergi untuk memastikan karya berjalan dengan aman, tertib, dan lancar,” ujarnya saat ditemui tim Humas Pemprov Bali, Sabtu (4/4/2026).
Selain pecalang, pengamanan juga melibatkan Satpol PP Kabupaten Bangli, TNI, Polri, serta pecalang dari sejumlah daerah lain seperti Gianyar dan Buleleng.
Langkah pengamanan juga mencakup pengaturan arus lalu lintas serta penataan kantong parkir di sekitar kawasan pura untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah pemedek yang tangkil.
Pengaturan tersebut dilakukan terutama pada hari-hari yang diperkirakan menjadi puncak kunjungan umat.
Wintra juga mengimbau para pemedek agar mengikuti arahan petugas di lapangan dan mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan demi menjaga kenyamanan bersama.
Bertepatan dengan Hari Raya Saraswati, jumlah pemedek yang hadir pada Sabtu (4/4/2026) terpantau masih dalam kondisi normal.
Arus lalu lintas menuju kawasan Pura Ulun Danu Batur pun berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Secara keseluruhan, situasi di dalam maupun di luar area pura terpantau aman, tertib, dan terkendali.
Kondisi ini menunjukkan kuatnya sinergi antara aparat pengamanan dan masyarakat dalam menjaga kesucian serta kelancaran pelaksanaan karya di kawasan suci tersebut. (hms/ap)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar