BADUNG, Lensabali.id – Rekaman video yang memperlihatkan perkelahian empat pemuda di parkiran minimarket Circle K Dalung Permai, Kerobokan Kaja, Kecamatan Kuta Utara, Badung, ramai beredar di media sosial sejak Senin (30/3/2026). Dalam video tersebut terlihat satu pemuda terlibat duel melawan tiga orang lainnya.
Kapolsek Kuta Utara Kompol I Ketut Agus Pasek Sudina membenarkan adanya keributan tersebut. Ia menyebut peristiwa itu terjadi pada Minggu dini hari sekitar pukul 02.30 Wita di Jalan Perumahan Dalung Permai.
"Kejadiannya itu hari Minggu dini hari sekitar pukul 02.30 Wita di Jalan Perumahan Dalung Permai. Memang benar ada keributan yang melibatkan empat orang pemuda di sana," kata Agus Pasek.
Berdasarkan rekaman CCTV di lokasi, tiga pemuda awalnya duduk di kursi depan toko, sementara satu lainnya berada di area parkir kendaraan. Ketegangan kemudian meningkat setelah terjadi adu mulut yang berujung pada perkelahian.
Menurut Agus Pasek, pertikaian tersebut sempat memperlihatkan situasi tiga orang melawan satu pemuda. Beruntung, warga sekitar yang melihat kejadian itu segera turun tangan sehingga keributan tidak berlangsung lama.
"Kalau dilihat dari rekaman CCTV, mereka sempat adu mulut dulu sebelum akhirnya terjadi perkelahian tiga lawan satu itu. Beruntung ada warga di sekitar lokasi yang langsung melerai mereka sehingga tidak berkepanjangan," jelasnya.
Hingga kini identitas keempat pemuda tersebut belum diketahui. Para saksi di lokasi mengaku tidak mengenali mereka karena setelah dilerai warga, para pelaku langsung meninggalkan tempat kejadian.
"Identitas keempat pemuda itu memang belum diketahui karena setelah dilerai warga, mereka bubar. Saksi di lokasi juga nggak ada yang kenal siapa saja mereka," lanjut Agus.
Polisi menyatakan telah mengambil langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang, sekaligus mengantisipasi potensi konflik lanjutan.
Salah satu saksi, Lexy (28), pegawai minimarket setempat, mengaku melihat keributan tersebut saat sedang melayani pelanggan di dalam toko.
"Lagi melayani pelanggan di dalam, terus lihat ada ribut-ribut di luar jadi langsung telepon sekutiri biar cepat ditangani. Tapi pas warga datang melerai, mereka semua langsung bubar," tutur Lexy.
Saksi lain, Arif (21), pedagang nasi Padang yang berjualan di sekitar lokasi, juga menyaksikan perkelahian tersebut. Namun ia tidak mengetahui secara pasti pemicu keributan yang melibatkan empat pemuda itu.
"Waktu itu saya lagi di dekat situ dan lihat ada empat orang yang berantem, cuma masalahnya apa saya kurang tahu pasti. Setelah dipisahkan sama warga, mereka semua langsung bubar begitu saja," ujarnya. (ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar