𝗥𝗮𝗵𝗶𝗻𝗮 𝗦𝘂𝗰𝗶 𝗧𝘂𝗺𝗽𝗲𝗸 𝗪𝗮𝘆𝗮𝗻𝗴, 𝗣𝗲𝗺𝗽𝗿𝗼𝘃 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗺𝗸𝗮𝗯 𝗞𝗹𝘂𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴 𝗚𝗲𝗹𝗮𝗿 𝗣𝗲𝗿𝘀𝗲𝗺𝗯𝗮𝗵𝘆𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗿𝘀𝗮𝗺𝗮 𝗱𝗶 𝗣𝘂𝗿𝗮 𝗞𝗲𝗻𝘁𝗲𝗹 𝗚𝘂𝗺𝗶 - LENSA BALI

Hot


Sabtu, 14 Maret 2026

𝗥𝗮𝗵𝗶𝗻𝗮 𝗦𝘂𝗰𝗶 𝗧𝘂𝗺𝗽𝗲𝗸 𝗪𝗮𝘆𝗮𝗻𝗴, 𝗣𝗲𝗺𝗽𝗿𝗼𝘃 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗺𝗸𝗮𝗯 𝗞𝗹𝘂𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴 𝗚𝗲𝗹𝗮𝗿 𝗣𝗲𝗿𝘀𝗲𝗺𝗯𝗮𝗵𝘆𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗿𝘀𝗮𝗺𝗮 𝗱𝗶 𝗣𝘂𝗿𝗮 𝗞𝗲𝗻𝘁𝗲𝗹 𝗚𝘂𝗺𝗶

Rahina Suci Tumpek Wayang, Pemprov Bali dan Pemkab Klungkung Gelar Persembahyangan Bersama di Pura Kentel Gumi

KLUNGKUNG, Lensabali.id – Umat Hindu di Kabupaten Klungkung memperingati rahina suci Tumpek Wayang dengan melaksanakan persembahyangan bersama di Pura Agung Kentel Gumi, Desa Banjarangkan, Kecamatan Banjarangkan, Sabtu (15/3).

Persembahyangan tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Bali I Wayan Koster bersama Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra serta dihadiri Bupati Klungkung I Made Satria dan Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra.

Turut hadir pula para asisten dan staf ahli Bupati serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klungkung yang bersama-sama mengikuti rangkaian persembahyangan dengan khidmat.

Rahina suci Tumpek Wayang merupakan salah satu hari suci umat Hindu yang diperingati setiap enam bulan sekali atau setiap 210 hari berdasarkan kalender Bali, tepatnya pada Saniscara Kliwon Wuku Wayang.

Hari suci ini memiliki makna penting sebagai momentum pemujaan kepada Sang Hyang Iswara, sekaligus ungkapan rasa syukur atas berbagai anugerah dalam kehidupan, khususnya yang berkaitan dengan seni dan budaya.

Rahina Suci Tumpek Wayang, Pemprov Bali dan Pemkab Klungkung Gelar Persembahyangan Bersama di Pura Kentel Gumi

Dalam tradisi Hindu Bali, Tumpek Wayang juga menjadi saat yang tepat untuk menghaturkan upacara kepada pratima, wayang, serta berbagai sarana kesenian yang menjadi bagian penting dari kehidupan budaya masyarakat.

Berbagai perangkat kesenian seperti gong, gender, angklung, hingga kentongan turut mendapat penghormatan melalui upacara sebagai simbol penghargaan terhadap seni yang diwariskan secara turun-temurun.

Momentum Tumpek Wayang tidak hanya dimaknai sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai pengingat akan pentingnya menjaga dan melestarikan nilai-nilai seni dan budaya Bali di tengah perkembangan zaman.

Melalui persembahyangan bersama ini, diharapkan semangat spiritual serta kecintaan terhadap seni dan budaya Bali dapat terus tumbuh dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat serta diikuti oleh masyarakat yang datang untuk bersama-sama menghaturkan bhakti pada rahina suci Tumpek Wayang. (*/ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar