𝗣𝗲𝗿𝗺𝗶𝗻𝘁𝗮𝗮𝗻 𝗖𝗵𝗶𝗽 𝗔𝗜 𝗧𝗲𝗿𝘂𝘀 𝗡𝗮𝗶𝗸, 𝗦𝗞 𝗛𝘆𝗻𝗶𝘅 𝗣𝗿𝗲𝗱𝗶𝗸𝘀𝗶 𝗣𝗮𝘀𝗼𝗸𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗿𝘂 𝗡𝗼𝗿𝗺𝗮𝗹 𝟮𝟬𝟯𝟬 - LENSA BALI

Hot


Rabu, 25 Maret 2026

𝗣𝗲𝗿𝗺𝗶𝗻𝘁𝗮𝗮𝗻 𝗖𝗵𝗶𝗽 𝗔𝗜 𝗧𝗲𝗿𝘂𝘀 𝗡𝗮𝗶𝗸, 𝗦𝗞 𝗛𝘆𝗻𝗶𝘅 𝗣𝗿𝗲𝗱𝗶𝗸𝘀𝗶 𝗣𝗮𝘀𝗼𝗸𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗿𝘂 𝗡𝗼𝗿𝗺𝗮𝗹 𝟮𝟬𝟯𝟬

Permintaan Chip AI Terus Naik, SK Hynix Prediksi Pasokan Baru Normal 2030

Lensabali.id - Lonjakan kebutuhan chip untuk teknologi kecerdasan buatan (AI) diperkirakan masih akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan. Perusahaan semikonduktor SK Hynix memprediksi ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan chip global bisa berlangsung hingga 2030.

Chairman SK Group, Chey Tae-won, menyebut kondisi rantai pasok memori dan chip silikon belum akan kembali stabil dalam waktu dekat. Ia memperkirakan kekurangan pasokan masih akan dirasakan industri dalam jangka panjang.

Pernyataan tersebut disampaikan Chey di sela ajang NVIDIA GTC 2026 yang digelar di San Jose, Amerika Serikat. Dalam kesempatan itu, ia mengakui industri semikonduktor masih kesulitan mengimbangi lonjakan kebutuhan, terutama dari perusahaan teknologi besar serta proyek pusat data AI.

Saat ini, SK Hynix diketahui masih menghadapi backlog sekitar 20 persen untuk pesanan wafer dasar, komponen penting dalam produksi chip memori.

Kondisi tersebut membuat perusahaan kesulitan mengejar tingginya permintaan pasar, meskipun kinerja pendapatan perusahaan sedang mengalami peningkatan.

Secara global, SK Hynix memegang lebih dari 50 persen pangsa pasar memori HBM (high bandwidth memory) serta sekitar 32 persen pasar DRAM. Bersama Samsung Electronics dan Micron Technology, perusahaan ini menjadi pemain utama dalam rantai pasok chip yang mendukung pengembangan teknologi AI.

Namun, melonjaknya permintaan juga memicu kenaikan harga chip memori di pasar global. Sementara itu, kapasitas produksi masih belum mampu mengejar kebutuhan industri yang terus bertambah.

Bahkan sebelumnya SK Hynix mengungkapkan bahwa seluruh kapasitas produksi chip untuk tahun 2026 telah habis terjual.

Di sisi lain, tekanan pada pasokan juga mulai memengaruhi margin keuntungan perusahaan. Meski telah melakukan ekspansi fasilitas produksi, SK Hynix belum mengungkapkan langkah konkret dalam jangka pendek untuk menyeimbangkan pasar.

Situasi tersebut juga diperburuk oleh faktor geopolitik dan gangguan rantai pasok global. Salah satunya insiden pada fasilitas gas helium, bahan penting dalam proses produksi chip.

Dengan kondisi tersebut, pelaku industri diperkirakan masih harus menghadapi periode panjang keterbatasan pasokan, seiring pesatnya perkembangan teknologi AI, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Minggu (22/3/2026). (apn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar