DENPASAR, Lensabali.id – Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ni Putu Putri Suastini Koster, mengingatkan tenaga kesehatan agar selalu memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pasien tanpa membedakan latar belakang maupun kemampuan ekonomi.
Pesan tersebut disampaikannya saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-39 RSU Dharma Yadnya di Denpasar, Minggu (15/3).
Dalam kesempatan itu, ia menyoroti masih adanya anggapan mengenai perbedaan pelayanan antara pasien BPJS, pasien mandiri, maupun pasien dengan asuransi di sejumlah fasilitas kesehatan.
“Sering ibu lihat di rumah sakit ada perbedaan pelayanan bagi pasien BPJS, mandiri, maupun asuransi. Padahal, bagaimanapun pasien tetap membayar. Jadi kita jangan seperti itu, apalagi kita adalah rumah sakit pemerintah,” jelasnya.
Menurutnya, rumah sakit milik pemerintah seharusnya menjadikan masyarakat pengguna BPJS Kesehatan sebagai fokus utama pelayanan, sehingga para tenaga kesehatan terbiasa melayani masyarakat dari berbagai lapisan.
Ia pun mengingatkan para dokter, bidan, perawat, serta tenaga kesehatan lainnya untuk tidak membeda-bedakan sikap maupun perlakuan terhadap pasien.
“Tolong jangan membeda-bedakan sikap dan perlakuan kita. Yang kita fokuskan adalah penanganan penyakitnya agar pasien lekas sembuh,” tegasnya.
Sebagai Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, Putri Koster menuturkan bahwa dirinya memberi perhatian besar terhadap kualitas pelayanan kesehatan di Bali.
Meski saat ini Posyandu telah bertransformasi melalui konsep Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan tidak lagi hanya berfokus pada bidang kesehatan, menurutnya sektor kesehatan tetap menjadi fondasi utama dalam kehidupan masyarakat.
Ia juga menekankan bahwa pengelolaan rumah sakit tidak cukup hanya mengandalkan kompetensi medis, tetapi juga membutuhkan manajemen yang kuat serta kerja sama seluruh jajaran.
“Jadi kita harus bekerja sama dan sama-sama bekerja. Bapak Gubernur dan Bapak Direktur Rumah Sakit tidak akan sukses kalau tidak didukung oleh semua jajarannya,” imbuhnya.
Pada kesempatan tersebut, Putri Koster turut menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada RSU Dharma Yadnya sekaligus memberikan penghargaan kepada tenaga kesehatan dengan masa pengabdian terpanjang.
“Maju terus. Selamat ulang tahun ke-39 untuk Rumah Sakit Dharma Yadnya. Semoga Rumah Sakit Dharma Yadnya terus tumbuh dan berkembang,” ucapnya.
Sementara itu, Direktur RSU Dharma Yadnya dr. Kadek Iwan Darmawan, M.P.H. menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ketua TP Posyandu Provinsi Bali dalam peringatan hari jadi rumah sakit tersebut.
Ia berharap kunjungan tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh tenaga kesehatan di RSU Dharma Yadnya untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat.
“Terima kasih atas motivasi dan bimbingan Ibu. Ke depan, semoga Rumah Sakit Dharma Yadnya bisa menjadi lebih baik dan dapat mewujudkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” ungkapnya.
Usai kegiatan seremonial, Putri Koster didampingi Direktur RSU Dharma Yadnya beserta jajaran juga melakukan visitasi ke beberapa bangsal rumah sakit, khususnya ruang rawat inap kelas III pasien BPJS Kesehatan, sekaligus menyerahkan bingkisan kepada pasien.
Sebagai informasi, RSU Dharma Yadnya resmi dihibahkan oleh Yayasan Rsi Markandeya kepada Pemerintah Provinsi Bali pada akhir tahun 2023. Rumah sakit tersebut kemudian mulai beroperasi penuh di bawah Pemprov Bali sejak 1 Juli 2025 dengan status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). (hms/ap)

.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar