𝗗𝗣𝗥 𝗜𝗻𝗴𝗮𝘁𝗸𝗮𝗻 𝗪𝗙𝗛 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗛𝗲𝗺𝗮𝘁 𝗕𝗕𝗠 𝗝𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗦𝗮𝗺𝗽𝗮𝗶 𝗕𝗲𝗿𝘂𝗯𝗮𝗵 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗟𝗼𝗻𝗴 𝗪𝗲𝗲𝗸𝗲𝗻𝗱 - LENSA BALI

Hot


Jumat, 27 Maret 2026

𝗗𝗣𝗥 𝗜𝗻𝗴𝗮𝘁𝗸𝗮𝗻 𝗪𝗙𝗛 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗛𝗲𝗺𝗮𝘁 𝗕𝗕𝗠 𝗝𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗦𝗮𝗺𝗽𝗮𝗶 𝗕𝗲𝗿𝘂𝗯𝗮𝗵 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗟𝗼𝗻𝗴 𝗪𝗲𝗲𝗸𝗲𝗻𝗱

DPR Ingatkan WFH untuk Hemat BBM Jangan Sampai Berubah Jadi Long Weekend

JAKARTA, Lensabali.id — Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengingatkan pemerintah agar berhati-hati dalam merancang kebijakan work from home (WFH) satu hari setiap pekan yang direncanakan sebagai langkah penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

Parlemen pada prinsipnya mendukung kebijakan tersebut, namun menilai penentuan hari pelaksanaan harus dipertimbangkan secara matang agar tidak menimbulkan efek yang justru bertolak belakang dengan tujuan awal.

Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Komisi II DPR, Muhammad Khozin, menilai penerapan WFH pada hari Jumat berpotensi memicu peningkatan mobilitas masyarakat menjelang akhir pekan.

"WFH di hari Jumat justru berpotensi meningkatkan mobilitas masyarakat jelang akhir pekan. WFH hari Jumat berpotensi berubah menjadi 'long weekend' karena berdekatan dengan akhir pekan," kata Khozin, Rabu (25/3/2026).

Menurutnya, kebijakan tersebut harus benar-benar diarahkan untuk mencapai tujuan utama, yakni menekan konsumsi BBM. Ia mengingatkan agar WFH tidak justru memicu aktivitas perjalanan masyarakat yang lebih tinggi.

"Yang artinya, tujuan WFH menjadi bias karena mobilitas warga masih tetap tinggi," ujarnya.

Pandangan serupa juga disampaikan Anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Irawan. Ia menilai penerapan WFH pada hari Jumat berpotensi disalahartikan sebagai kesempatan untuk berlibur.

"Kalau WFH dilaksanakan hari Jumat, potensial hari tersebut digunakan justru untuk berwisata. Publik bisa menganggap jadi hari libur panjang," kata Ahmad Irawan kepada wartawan.

Politikus Partai Golkar itu menilai kondisi tersebut dapat membuat kebijakan penghematan BBM tidak berjalan efektif karena masyarakat justru memanfaatkan momentum tersebut untuk bepergian.

"Dari awalnya kita bermaksud untuk menghemat penggunaan BBM, justru tujuan tersebut bisa tidak tercapai," ungkap Irawan.

Sebagai alternatif, Irawan mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan pelaksanaan WFH pada hari Rabu. Menurutnya, hari tersebut relatif berada di tengah pekan sehingga kecil kemungkinan dimanfaatkan untuk memperpanjang libur.

"Mengenai usulan hari, sebenarnya WFH paling tepat itu hari Rabu setiap minggunya. Pertimbangannya sebagai berikut: Kalau hari Senin, masyarakat punya kecenderungan memperpanjang libur akhir pekannya. Kalau Kamis, orang bisa mengajukan cuti atau libur untuk hari Jumat. Jadi masyarakat bisa liburan Kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu," tutur Irawan.

DPR pun meminta pemerintah mengkaji berbagai aspek secara komprehensif sebelum menetapkan kebijakan tersebut agar tujuan penghematan energi benar-benar tercapai. (ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar