BULELENG, Lensabali.id – Anjing liar yang sebelumnya menggigit belasan warga di kawasan Pasar Buleleng, Bali, dipastikan terinfeksi rabies. Kepastian tersebut diperoleh setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium terhadap hewan tersebut.
"Sudah ada hasilnya dan positif rabies," kata Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat, saat dikonfirmasi, Selasa (10/3/2026).
Melandrat mengungkapkan, pascakejadian itu sejumlah warga mengusulkan agar anjing-anjing liar yang berkeliaran di wilayah Buleleng dieliminasi. Namun pihaknya tetap mendorong langkah pencegahan melalui vaksinasi sebagai upaya utama pengendalian rabies.
"Itu permintaan masyarakat, khususnya bagi anjing liar tanpa tuan. Namun kami masih memberikan KIE (komunikasi, informasi, dan edukasi) agar lebih mengutamakan vaksinasi," jelasnya.
Sebelumnya, seekor anjing liar dilaporkan mengamuk dan menggigit 15 warga di Pasar Buleleng pada Minggu (8/3) pagi. Para korban kemudian dilarikan untuk mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buleleng.
Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Sucipto, mengatakan seluruh korban gigitan telah diarahkan untuk menjalani vaksinasi antirabies (VAR) di puskesmas.
Ia menjelaskan para korban akan mendapatkan rangkaian vaksinasi lengkap guna mencegah infeksi rabies.
"Kami lakukan antisipasi dengan pemberian vaksin lengkap. Jadi hari pertama diberikan vaksin, kemudian dilanjutkan hari ke-7 dan hari ke-14," ujar Sucipto. (ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar